Saturday, November 10, 2012

MAKARONI SKOTEL LAGI

Yang ini sih percobaan untuk acara Thanksgiving nanti. Makaroni skotel buatan papa dan mama ditampilkan dalam bentuk lain. Maksudnya? Menjelang Thanksgiving nanti akan ada acara makan malam bersama (sekalipun acaranya siang hari, namanya tetap saja Thanksgiving Dinner) yang rutin dirayakan setiap tahun. Thanksgiving ini akan dirayakan di hari kerja, seminggu sebelum hari H Thanksgiving yang sebenarnya. Kata mama, karena ini merupakan acara bersama, seperti biasa mereka yang akan hadir dipersilahkan untuk membawa satu macam makanan yang akan di-share di acara ini. Makanan yang dibawa dipersilahkan diisikan dalam daftar isian yang sudah diedarkan beberapa hari sebelumnya. Dalam daftar edaran, mama mengisi makaroni skotel. Hanya saja, mama tidak ingin membawa makanan ini dalam satu wadah besar, melainkan mama ingin menyajikan makaroni dalam ukuran individual. Karenanya, mama kemudian membuat makaroni dalam wadah seperti yang nampak dalam postingan gambar kali ini. Cara membuatnya bagaimana? Biasa saja. Semua bahan dimasak dulu dalam satu panci, sebelum dimasukkan dalam oven. Kalau biasanya makaroni skotel dimasukkan dalam satu wadah besar sebelum dimasukkan oven, kali ini mama memasukkan makaroni skotel dalam wadah kecil-kecil sebelum dipanggang. Wadah/pan berisi porsi individu ini kemudian dimasukkan dalam oven seperti biasa. Setelah matang, dinginkan sebentar baru kemudian dicicipi. Nampak lain kan makaroni skotel yang akan dibawa di acara Thanksgiving nanti? Kenapa sih mama memilih menyajikan makaroni skotel dalam bentuk seperti ini? kata mama, biar lebih mudah mengambilnya. Tidak perlu repot memotong dulu alias bisa langsung ambil kalau mau ... Gimana? OK kan ide mama? Hehehe ...

BUB'S BURGER & ICE CREAM

Di dekat Farmer Market, ada sebuah tempat makan yang terkenal. Itu kata mama. Kok mama tahu dari mana? Dari baca berbagai info mengenai tempat makan enak atau juara di B-town. Apa sih nama tempat makan ini? Bub's Burger & Ice Cream. Melihat namanya, nampaknya menunya khas negara ini. memang benar ... Menu yang disajikan memang khas negara ini dan juaranya alias yang paling OK di B-town adalah burger-nya. Maksudnya? Dari berbagai restoran penyaji burger yang ada di kota ini, burger buatan restoran inilah juaranya. Karena alasan inilah, kami bertiga kemudian memutuskan datang ke tempat ini. Saat kami sampai di tempat tersebut, kira-kira jam 12 siang, kami disambut seorang petugas saat kami membuka pintu. Petugas menanyakan akan ada berapa orang yang makan disini, kami menjawab 3 orang. Kami kemudian berjalan mengikuti petugas. Saat mengikuti petugas dengan mengambil gang ke arah kanan dari pintu masuk dan menuju dining hall yang lumayan besar. Di sepanjang gang terpasang banyak sekali foto yang nampaknya merupakan pengunjung tempat makan ini. Lalu, bagaimana dengan gang ke arah kiri (dari pintu masuk)? Gang ini akan membawa kita ke sebuah ruangan yang menyajikan dessert unggulan tempat makan ini yaitu es krim. Makanya, kita mengikuti salah satu staf ke gang yang menuju arah kanan dan menuju dining hall. Sekalipun dari luar nampak kecil, ternyata restoran ini cukup besar. Saat kami sampai di dining hall, nampak deretan kursi meja makan yang tertata rapi di situ. Lumayan banyak pengunjung yang datang tetapi masih tersedia lumayan banyak spot kosong yang bisa dipilih. Kami kemudian dipersilahkan duduk di sebuah table yang berbentuk kubikal. Setelah kami duduk, staf tersebut meninggalkan kami dan datang seorang staf lain yang kemudian memperkenalkan diri dan mengatakan akan membantu kami. 3 lembar kertas menu disodorkan kepada kami dan kami segera mempelajari apa yang ada. Kata petugas, kami dipersilahkan melihat isi menu dan ditanya adakah minum yang mau dipesan? Mama dan papa memilih air es sementara aku memilih es teh manis. Segera saja dicatatnya pesanan kami dan ditinggalkannya kami. Kami segera mempelajari kertas menu yang memuat menu breakfast, lunch dan dinner khas negara ini. Berupa apakah itu? Sudah pasti burger, hotdog dan sandwhich sebagai menu utama plus beberapa menu samping (side dish) seperti salad, soup, chicken wing (sebagai appetizer) dan aneka menu dessert, utamanya es krim. Tersedia juga aneka pilihan kentang (regular, curly, waffle dan sebagainya) yang umum kita jumpai di restoran US. Yang menarik hati adalah harga yang terpampang di kertas menu adalah harga yang sangat umum alias tidak terlalu mahal. Kok kami bisa tahu sebelum kami memesan? Ya ... Melihat ukuran burger dan hot dog yang ada di buku menu, rasanya harga yang dipasang disitu kok harga yang biasa saja. Saat petugas datang membawakan minum, kami ditanya apakah kami masih perlu waktu untuk melihat daftar menu. Kami menjawab kami siap memesan. Papa memesan Bub's burger, mama memilih Bub's ELK burger dan aku memilih The giant Bub's dog dengan chili di atasnya. Hmmm ... Nampaknya akan yummy nih hehehe ... Untuk side dish papa memilih basket of fries, aku memilih basket of waffles dan mama memilih chicken wing (yang berisi 12 wings saja). Semua pesanan kami dicatat petugas. Sambil menunggu pesanan tiba, kami nikmati sample menu sup dan chili yang diberikan gratis untuk semua pengunjung. Enam cup kecil berisi sup dan chili (1 pengunjung diminta mencicipi 1 mini cup chili dan soup) diletakkan dalam baki yang terbuat dari seng. Papa dan aku yang mencicipi menu tersebut, sementara mama memilih mengamati isi dining hall ini. Di setipa meja tersedia pepper dan salt seperti biasa plus saus serta gula dalam kemasan. Nampak sebuah wadah dari kaleng yang ternyata berisi tumpukan kartu (semacam flash card) yang bisa dimainkan saat menunggu pesanan datang. Hmm ... Menarik juga nih idenya hehehe ... Biar pengunjung gak bosan, ada sebuah media yang disediakan untuk menghabiskan waktu. Beberapa pengunjung yang datang nampak asyik menikmati santapan mereka. Kami menjadi tidak sabar menunggu pesanan kami datang. Pesanan yang kemudian datang adalah chicken wing. Wa ... 12 sayap ayam yang digoreng kering sampai warnannya kecoklatan nampak mengundang selera. Segera saja kami mencicipinya. Sekalipun masih panas, kami nekat saja hahaha ... Gimana rasanya? Menurutku sih OK. Sesudah itu pesanan kami berturut-turut datang dan memenuhi meja. Semua nampak yummy ... Apalagi hot dog pesananku yang ternyata beneran berukuran besar hahaha ... Rasanya sudah ingin menyantap, tetapi mama meminta aku bersabar sebentar menunggu papa selesai ambil gambar. Dan saat papa mengatakan OK, acara ambil gambar selesai, segera aku memulai acara santap siangku. Coba lihat gambar meja makan yang penuh berisi pesanan kami hehehe ... Apakah kami sanggup menghabiskan semuanya? Kita lihat saja nanti ya ... Papa dan mama nampak sedikit takjub mengamati burger pesanan mereka. Ukuran yang dipesan adalah ukuran reguler, sementara apa yang ada di depan mereka sepertinya burger berukuran medium. Coba cermati gambar mama saat memegang burger pesanannya ... Nampak besar kan? Kami nikamti semua pesanan kami dengan santai. Kami tidak merasa diburu-buru karena kami tidak melihat ada kebisingan di dining hall ini. Memang ada banyak pengunjung yang datang dan pergi. Tetapi kami tidak merasa berada di tempat yang terlalu crowded. Papa mengingatkan aku dan mama saat kami bersantap siang di salah satu tempat makan di downtown. Saat itu, kami perlu antri untuk bisa dapat kursi. Setelah kami dapat kursi, kami rasanya tidak bisa bersantap lama-lama karena ada banyak pengunjung yang perlu duduk. Waktu itu aku dan mama bilang ke papa, gak perlu mikirin mereka yang antri. Kita bisa gunakan waktu secukupnya, sewajarnya. Tetapi papa tetap saja gak hepi hehehe ... Na ... Kali ini lain cerita. Kami beneran bisa santai disini. Gimana rasa makanan yang kami santap? Menurut kami bertiga sih OK alias enak hehehe ... Hanya saja, karena menu yang kami terima tetap saja berukuran besar bagi kami, kami tidak sanggup menghabiskan semuanya. Saat acara santap siang hampir selesai, mama segera meminta kontainer untuk membawa pulang makanan yang belum tersentuh atau baru disentuh sedikit. Dua box kecil pun kemudian siap kami bawa pulang. Sebelum pulang, petugas pastinya memberikan bill dan kami puntinggal menyerahkan kartu pembayaran untuk diproses. Tak lupa, papa menambahkan tip untuk petugas tersebut. Kata petugas sebelum kami pulang, kalau mau fotonya dipasang di dinding (seperti ratusan foto pengunjung lain yang ada di situ) kami musti bisa menghabiskan menu jumbo di restoran ini. Semakin banyak menu jumbo yang dipesan dan dihabiskan, semakin besar ukuran fotonya. Nampaknya menarik juga nih cerita dibalik aneka foto yang dipasang di dinding. hanya saja, kami nampaknya gak sanggup menerima tantangan ini. Soalnya, menu reguler saja sudah membuat kami kenyang. Apa mungkin kami bisa menghabiskan menu jumbo? Kalau satu menu jumbo boleh disantap bertiga, kami mungkin akan mencobanya lain kali. Tetapi, kalo satu menu jumbo hanya untuk satu orang, rasanya kok gak sanggup hahaha ... Bye-bye Bub's burger and ice cream ... Kali ini kami belum sempat mencicipi menu ice cream sebagai dessert kami karena kami dah kekenyangan ... Moga-moga lain kali kita bisa es krimnya ya hehehe ...

KE PASAR

Sabtu siang, 10 November 2012, kami bertiga menuju ke pasar. dah lama juga kami gak ke pasar. Pasar mana nih? Pasarnya para petani alias Farmer Market yang berlokasi di dekat City Hall alias tempat ngantornya kepala daerah. Sengaja kami kesana karena cuaca lumayan cerah dan kami ingin mencari sesuatu yang mungkin menarik hati kami. Saat kami memarkir kendaraan di salah satu parking lot, kami melihat ada banyak pepohonan yang masih memiliki daun berwarna merah. Kami sedikit heran juga, karena daun-daun lain sudah rontok. Kami pun kemudian mengambil gambar dengan latar belakang daun-daun yang berwarna merah ini. Nampak kan daun berwarna merah yang menjadi latar belakang gambarku dan mama? Kata papa dan mama, daun berwarna merah ini sangatlah indah ... Karenanya, mumpung cuaca bagus dan kami sedang dalam enjoy menikmati Sabtu cerah, kami ambil gambar lumayan banyak dengan latar belakang daun berwarna merah ini. Kami pun kemudian berjalan menuju pasar. Nampaknya tidak banyak pedagang yang menggelar aneka produknya siang ini. Sepintas saja kami mencermati deretan lapak-lapak mereka, kami merasa tidak menemukan apa yang kami cari. Apakah itu? Semangka hehehe ... Ya ... Mama mencari semangka, tetapi tidak melihat ada pedagang yang menjual produk itu. Kami pun kemudian berjalan-jalan sambil melihat aneka hasil kebun yang dijual. Semua dagangan nampak segar dan menarik hati. Sebagian bahkan merupakan tanaman organis, sehingga harga jualnya pun sedikit lebih tinggi dari harga yang ada di grocery store. Saat mama sampai di depan salah satu pedagang, mama memutuskan untuk membeli salah satu produk yaitu bokchoi. Seikat bokchoi dijual dengan harga 2 dolar. Lumayan sama dengan harga di Asian store yang biasa mama datangi. Setelah mendapat sayuran, kami berjalan-jalan lagi ke sekitar area farmer Market ini. O ya ... Hampir lupa ... Kami sempat mendatangi salah satu stan yang mempunyai board yang menarik hati, isinya adalah ucapan terima kasih dari salah satu partai yang ada di negara ini. Partai tersebut adalah partai demokrat. Tersedia suvenir gratis yang bisa dibawa pulang pengunjung. Aku mengambil 1 pin dan mama juga mengambil pin sebagai suvenir. Pin-ku bertuliskan Nurse Obama, sementara pin mama bergambarkan anjing milik Obama yang bernama Bo hehehe ... Lumayan lucu deh gambarnya ... Setelah merasa cukup berkeliling pasar, kami pun kemudian meninggalkan pasar dan menuju salah satu tempat makan yang berlokasi di dekat pasar. Kata mama, tempat makan ini dikenal karena mendapat penghargaan sebagai tempat makan yang menyediakan burger yang terbaik se B-town. Penasaran? Ikuti terus ceritaku ya ....     

CUP CAKES NANAS & WORTEL

Dah lama mamaku ingin mencoba membuat cup cakes yang berbahan buah-buahan. Saat mama menemukan resepnya di sebuah situs, mama pun mencoba membuat cup cakes berdasarkan resep tersebut. Bahan-bahan yang dipersiapkan mama adalah sebagai berikut: (1) 1 cup gula pasir (2) 3 cup gula halus (3) 1 cup nanas (berasal dari nanas kaleng yang dihancurkan/di-blend) (4) 1 cup wortel (dari wortel sayur biasa yang dihancurkan), (5) 1/2 cup butter (6) 1 pak cream cheese (ukuran 8 ons) (7) 2 telor (8) 1.5 cup terigu (9) 2 sendok teh baking soda (10) 1/2 sendok teh garam (11) 1 sendok makan susu (12) 2/3 cup minyak sayur/vegetable oil. Semua bahan tersebut dicampur dan dijadikan adonan. Setelah siap, bahan tersebut dimasukkan dalam wadah/pan yang akan dimasukkan dalam oven. pan tersebut ada yang memiliki ukuran mini, ada juga yang memiliki ukuran besar. Sengaja mama membuat cup cakes ini dalam 2 ukuran, agar mama bisa melihat perbedaannya apabila nanti disajikan. Adonan yang ada di dalam pan kemudian dimasukkan dalam oven bersuhu 350 dengan waktu 15-20 menitan. Jangan lupa untuk tetap mengecek suhunya, karena siapa tahu kita perlu memperkecil suhu agar cup cakes tidak gosong. Setelah 20 menit, pan dikeluarkan didinginkan. Mama mengisi pan kosong dengan adonan berikutnya. Dari bahan yang diolah, adonan yang diperoleh lumayan banyak. Kalau dihitung, cup cakes kecil jumlahnya 24 buah dan cup cakes sedang berjumlah 30-an. Banyak sekali kan? Na ... Semua cup cakes kemudian didinginkan sebelum dicoba. Gimana rasanya setelah aku mencicipi satu cup cakes nana wortel ini? Uenak banget hehehe ... Kalau melihat gambar disini, cup cakes buatan mama nampak aneh kan? Ya ... Cup cakes yang dibuat mama memang tidak biasa. Cup cakes produksi malam ini tidak memenuhi masing-masing wadahnya. Kenapa begitu? Karena terigunya kurang. Lho kok? Iya ... Mama kan tidak memeriksa terigu sebelum membuat adonan. Setelah tinggal memasukkan terigu, mama baru tahu kalo terigu yang ada di rumah tinggal sedikit. Alhasil, terigu yang dimasukkan tidak sesuai takaran hahaha ... Jadinya, hasilnya pun tidak maksimal. Yang penting ... Rasanya dah pas ... Lain kali, mama ingin mencoba lagi dengan takaran yang sesuai hahaha ... 

Saturday, November 3, 2012

STEAK UDANG

Setelah siang tadi papa dan mama memasak mie ayam, sore ini (Sabtu, 3 November 2012) kami memilih menu udang dan kentang serta sayur untuk makan malam. Anggap saja kami memasak steak hahaha ... Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan-bahan yang sudah tersedia di rumah. Kebetulan mama dan papa minggu ini tidak berbelanja ke swalayan. Kenapa tidak berbelanja ke grocery store? Karena di dalam lemari pendingin masih ada beberapa bahan makanan yang sudah siap untuk diolah. Karenanya, mama memutuskan memasak saja beberapa bahan makanan tersebut. Karena udang akan menjadi menu pokok, maka mama mengeluarkan udang setengah matang yang dibeli minggu lalu. Udang ini dibeli dengan harga 3 dolar saja, karena waktu itu sedang ada promo. Mustinya udang seberat ini harganya lebih dari 8 dolar. Kami beruntung menemukan udang ini dijual dengan harga murah. Ya ... Kadang-kadang kita memang musti jeli saat berbelanja ... Kadang-kadang ada beberapa jenis makanan yang dijual dengan harga miring. Bukan karena dah mau kaladuwarsa, melainkan karena memang sedang promo ... Udang ini sudah diberi tepung sejak dari dalam kemasan. Maka, papa tinggal memanggang udang ini ke dalam oven selama 10-15 menit. Bagaimana dengan sayurnya? Kebetulan kami masih punya green bean. Setelah dicuci, green bean ini ditumis dengan tambahan black pepper, bawang bombay, oregano dan basil leaf.  Gak lupa kentang panggang. Bagaimana membuatnya? Gampang saja ... Kentang dicuci (tanpa di-peel atau tanpa dibuang kulitnya). Potong sesuai selera. Setelah itu masukkan kentang ke dalam pan yang sudah diolesi minyak. Tambahkan basil leaf, black pepper, sedikit garam dan oregano. Masukkan pan ke dalam oven selama 40-45 menit (450 derajat F). Sambil menunggu kentang matang, siapkan sausnya. Bahannya: bawang bombay, tomato sauce dan maisena. Tambahkan bumbu untuk saus berupa minyak wijen, black pepper dan garam. Tumis semua bahan-bahan tersebut. Setelah saus siap, segera saja semua disiapkan di atas meja. Hmm ... Nampaknya yummy hehehe ... Kami bertiga segera berkumpul di dekat meja dan siap menyerbu steak udang ini. Tapi tunggu dulu ... Seperti biasa papa diminta mama untuk ambil gambar. Papa pun kemudian mengambil beberapa gambar sebelum kami mulai beneran menyerbunya. Dan benar saja ... Porsi yang tersedia hampir semuanya langsung ludes dalam 2 ronde hahaha ... Selain aku, papa juga ikutan nambah .... Hanya mama saja yang tidak mau ikutan menambah porsi karena merasa cukup. Kalau ditanya, apa yang paling kusuka? Jawabnya adalah green bean.  Rasanya uenak banget ... Makanya, aku yang menghabiskan green bean ini. Coba lihat gambar yang diposting mama sebelum steak udang ini tandas ... Nampak lezat kan? Hehehe ....

HUJAN ES = HAIL

Hari ini, Sabtu 3 November 2012, aku dan mama sempat merekam datangnya hujan es yang berlangsung sekitar 1 menit. Sekalipun tidak merekam semua, kami sempat mengambil gambar selama 10-15 detik. Hujan es yang terjadi siang ini tidak kami duga. Memang benar kami membaca ramalan cuaca bahwa hari ini akan turun hujan. Dan memang benar bahwa hujan sudah turun sejak semalam - tetapi kemudian hujan berhenti saat pagi datang. Lagi-lagi benar, saat kami lihat mendung seharian - tetapi, kami tetap saja heran melihat hujan es datang hari ini ...

Thursday, November 1, 2012

MAKSIBAR: QDOBA MEXICAN GRILL

Yang ini sih lagi-lagi mama yang punya acara hehehe ... Bersama dengan tante Fitri di hari Kamis, tanggal 1 November 2012, mama berjalan menuju salah satu tempat makan yang ada di dekat Law School. Kata mama, mama dan tante Fitri awalnya janjian ketemu di hari Selasa tetapi kemudian ganti ke hari Kamis. Mama dan tante Fitri janjian untuk mencoba salah satu restoran Korea yang baru buka, yang namanya "Do", yang ada di jalan keempat. Namun, mama dan tante Fitri kemudian mengubah tujuan lokasi makan siang siang ini. Mama diajak ke salah satu tempat makan yang namanya Qdoba - Mexican Grill - yang merupakan salah satu tempat makan yang lumayan banyak lokasinya (mudah ditemui) di negara ini. Nampaknya tempat makan ini dikelola dengan sistem franchise, sebuah sistem yang umum ditemukan di negara ini. Di Bloomington sendiri memang hanya ada 1 Qdoba Mexican Grill ini, tetapi di seluruh Indiana ada banyak restoran dengan nama ini. Sesuai dengan namanya, tempat makan ini menyediakan aneka menu yang merupakan makanan khas Mexico. Ada apa saja? Sudah pasti ada burito, taco dan nacho hehehe ... Jangan salah, yang membuat menu ini berbeda adalah bumbunya. Sama seperti saat kita membeli gado-gado, soto atau sate, yang berbeda adalah di bumbunya. Maksudnya apa nih? Makanan Meksiko yang paling sering dijual kan yang itu-itu saja, lalu bagaimana membedakan satu dengan yang lainnya? Ya tentunya dari bumbunya. Kan kita tahu bahwa burito biasanya berisi daging dengan salsa, bean dan juga shell-nya. Na ... shell-nya atau pembungkusnya bisa beda-beda rasanya, tergantung bumbu apa yang dipakai. Bahan dasarnya sih umumnya sama. Shell ini yang nanti akan dipakai untuk membungkus isinya dan kita bisa menikmati dengan cara dipotong atau disantap langsung (seperti memegang arem-arem tapi pembungkusnya tidak berupa daun, melainkan jagung atau gandum yang dijadikan roti tipis). Isinya pun bisa berbeda-beda, hanya saja isi umumnya adalah daging, bean dan salsa. Na ... Siang ini, tante Fitri memesan menu "naked burito" alias burito yang gak dibungkus. Sebagai gantinya, nasi-lah yang dimasukkan ke wadah baru kemudian ditambah daging, salsa dan sayur. Tante Fitri tidak memilih menambahkan bean (kacang merah yang direbus). Bagaimana dengan mama? Mama memilih grilled quesadillas. Apa itu? Sebuah menu yang terdiri atas roti lebar yang tipis yang kemudain ditambah daging, sayur, salsa dan keju. Roti berikut isinya akan di-grilled sebentar dan kemudian dipotong menjadi 4 bagian kalau sudah matang. Mama juga mendapat tambahan dip berbahan keju dan juga saus hijau berbahan alpokat dan bumbu lain. Silahkan perhatikan gambar yang diposting disini. Nampak uenak kan? Untuk minumnya, mama dan tante Fitri sama-sama memilih air es. Bagaimana cara memesan makanan disini? Cara memesan makanan disini sama dengan saat kita membeli makanan dari restoran franchise. Kita mengantri (sambil memilih menu yang tergantung di belakang kasir yang akan kita pesan) dan sesampainya di depan kasir kita sebutkan penasan kita dan kemudian kita membayarnya. Makanan bisa kita terima sebelum kita bayar atau sesudah kita bayar.  Mama menerima makanan sesudah membayar karena pesanannya perlu di-grill dulu. O ya ... Untuk pegawai IU ada diskon 10 persen, berapa pun makanan yang dibeli. Lumayan-lah hehehe ... Setelah semua di tangan, mama dan tante Fitri segera mencari spot kosong. Karena jam-nya bertepatan dengan jam makan siang, tempat makan di dining hall-nya lumayan penuh. Untungnya mereka masih kebagian kursi. Mama dan tante Fitri pun kemudian menikmati pesanan mereka. Mama dan tante Fitri hepi bisa ketemu di hari yang cerah ini. Maklum, hari-hari ini kan udara beneran dah mulai dingin. Udara dingin ini membuat siapa pun malas berjalan-jalan. Untungnya hari ini cuaca bersahabat. Sekalipun dingin, matahari bersinar dengan cerah. Jadilah acara maksibar mama dan tante Fitri berakhir hepi hehehe ... Setelah dirasa cukup, mereka pun menyudahi acara maksibar ini ...