Sabtu siang, 10 November 2012, kami bertiga menuju ke pasar. dah lama juga kami gak ke pasar.
Pasar mana nih? Pasarnya para petani alias Farmer Market yang berlokasi di dekat City Hall alias tempat ngantornya kepala daerah. Sengaja kami kesana karena cuaca lumayan cerah dan kami ingin mencari sesuatu yang mungkin menarik hati kami. Saat kami memarkir kendaraan di salah satu parking lot, kami melihat ada banyak pepohonan yang masih memiliki daun berwarna merah. Kami sedikit heran juga, karena daun-daun lain sudah rontok. Kami pun kemudian mengambil gambar de
ngan latar belakang daun-daun yang berwarna merah ini. Nampak kan daun berwarna merah yang menjadi latar belakang gambarku dan mama? Kata papa dan mama, daun berwarna merah ini sangatlah indah ... Karenanya, mumpung cuaca bagus dan kami sedang dalam enjoy menikmati Sabtu cerah, kami ambil gambar lumayan banyak dengan latar belakang daun berwarna merah ini. Kami pun kemudian berjalan menuju pasar. Nampaknya tidak banyak pedagang yang men
ggelar aneka produknya siang ini. Sepintas saja kami mencermati deretan lapak-lapak mereka, kami merasa tidak menemukan apa yang kami cari. Apakah itu? Semangka hehehe ... Ya ... Mama mencari semangka, tetapi tidak melihat ada pedagang yang menjual produk itu. Kami pun kemudian berjalan-jalan sambil melihat aneka hasil kebun yang dijual. Semua dagangan nampak segar dan menarik hati. Sebagian bahkan merupakan tanaman organis, sehingga harga jualnya pun sedikit leb
ih tinggi dari harga yang ada di grocery store. Saat mama sampai di depan salah satu pedagang, mama memutuskan untuk membeli salah satu produk yaitu bokchoi. Seikat bokchoi dijual dengan harga 2 dolar. Lumayan sama dengan harga di Asian store yang biasa mama datangi. Setelah mendapat sayuran, kami berjalan-jalan lagi ke sekitar area farmer Market ini. O ya ... Hampir lupa ... Kami sempat mendatangi salah satu stan yang mempunyai board yang menarik hati, isinya adalah ucapan ter
ima kasih dari salah satu partai yang ada di negara ini. Partai tersebut adalah partai demokrat. Tersedia suvenir gratis yang bisa dibawa pulang pengunjung. Aku mengambil 1 pin dan mama juga mengambil pin sebagai suvenir. Pin-ku bertuliskan Nurse Obama, sementara pin mama bergambarkan anjing milik Obama yang bernama Bo hehehe ... Lumayan lucu deh gambarnya ... Setelah merasa cukup berkeliling pasar, kami pun kemudian meninggalkan pasar dan menuju salah satu tempat makan yang berlokasi di dekat pasar. Kata mama, tempat makan ini dikenal karena mendapat penghargaan sebagai tempat makan yang menyediakan burger yang terbaik se B-town. Penasaran? Ikuti terus ceritaku ya ....
Saturday, November 10, 2012
CUP CAKES NANAS & WORTEL
Dah lama mamaku ingin mencoba membuat cup cakes yang berbahan buah-buahan. Saat mama menemukan resepnya di sebuah situs, mama pun mencoba membuat cup cakes berdasarkan resep t
ersebut. Bahan-bahan yang dipersiapkan mama adalah sebagai berikut: (1) 1 cup gula pasir (2) 3 cup gula halus (3) 1 cup nanas (berasal dari nanas kaleng yang dihancurkan/di-blend) (4) 1 cup wortel (dari wortel sayur biasa yang dihancurkan), (5) 1/2 cup butter (6) 1 pak cream cheese (ukuran 8 ons) (7) 2 telor (8) 1.5 cup terigu (9) 2 sendok teh baking soda (10) 1/2 sendok teh garam (11) 1 sendok makan susu (12) 2/3 cup minyak sayur/vegetable oil. Semua bahan tersebut dicampur dan dijadikan adonan.
Setelah siap, bahan tersebut dimasukkan dalam wadah/pan yang akan dimasukkan dalam oven. pan tersebut ada yang memiliki ukuran mini, ada juga yang memiliki ukuran besar. Sengaja mama membuat cup cakes ini dalam 2 ukuran, agar mama bisa melihat perbedaannya apabila nanti disajikan. Adonan yang ada di dalam pan kemudian dimasukkan dalam oven bersuhu 350 dengan waktu 15-20 menitan. Jangan lupa untuk tetap mengecek suhunya, karena siapa tahu kita perlu memperkecil suhu agar cup cakes tidak gosong.
Setelah 20 menit, pan dikeluarkan didinginkan. Mama mengisi pan kosong dengan adonan berikutnya. Dari bahan yang diolah, adonan yang diperoleh lumayan banyak. Kalau dihitung, cup cakes kecil jumlahnya 24 buah dan cup cakes sedang berjumlah 30-an. Banyak sekali kan? Na ... Semua cup cakes kemudian didinginkan sebelum dicoba. Gimana rasanya setelah aku mencicipi satu cup cakes nana wortel ini? Uenak banget hehehe ... Kalau melihat gambar disini, cup cakes buatan mama nampak aneh k
an? Ya ... Cup cakes yang dibuat mama memang tidak biasa. Cup cakes produksi malam ini tidak memenuhi masing-masing wadahnya. Kenapa begitu? Karena terigunya kurang. Lho kok? Iya ... Mama kan tidak memeriksa terigu sebelum membuat adonan. Setelah tinggal memasukkan terigu, mama baru tahu kalo terigu yang ada di rumah tinggal sedikit. Alhasil, terigu yang dimasukkan tidak sesuai takaran hahaha ... Jadinya, hasilnya pun tidak maksimal. Yang penting ... Rasanya dah pas ... Lain kali, mama ingin mencoba lagi dengan takaran yang sesuai hahaha ...
Saturday, November 3, 2012
STEAK UDANG
Setelah siang tadi papa dan mama memasak mie ayam, sore ini (Sabtu, 3 November 2012) kami memilih menu udang dan kentang serta sayur untuk makan malam. Anggap saja kami memasak steak
hahaha ... Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan-bahan yang sudah tersedia di rumah. Kebetulan mama dan papa minggu ini tidak berbelanja ke swalayan. Kenapa tidak berbelanja ke grocery store? Karena di dalam lemari pendingin masih ada beberapa bahan makanan yang sudah siap untuk diolah. Karenanya, mama memutuskan memasak saja beberapa bahan makanan tersebut. Karena udang akan menjadi menu pokok, maka mama mengeluarkan udang setengah matang yang dibeli minggu lalu
. Udang ini dibeli dengan harga 3 dolar saja, karena waktu itu sedang ada promo. Mustinya udang seberat ini harganya lebih dari 8 dolar. Kami beruntung menemukan udang ini dijual dengan harga murah. Ya ... Kadang-kadang kita memang musti jeli saat berbelanja ... Kadang-kadang ada beberapa jenis makanan yang dijual dengan harga miring. Bukan karena dah mau kaladuwarsa, melainkan karena memang sedang promo ... Udang ini sudah diberi tepung sejak dari dalam kemasan. Maka, p
apa tinggal memanggang udang ini ke dalam oven selama 10-15 menit. Bagaimana dengan sayurnya? Kebetulan kami masih punya green bean. Setelah dicuci, green bean ini ditumis dengan tambahan black pepper, bawang bombay, oregano dan basil leaf. Gak lupa kentang panggang. Bagaimana membuatnya? Gampang saja ... Kentang dicuci (tanpa di-peel atau tanpa dibuang kulitnya). Potong sesuai selera. Setelah itu masukkan kentang ke dalam pan yang sudah diolesi
minyak. Tambahkan basil leaf, black pepper, sedikit garam dan oregano. Masukkan pan ke dalam oven selama 40-45 menit (450 derajat F). Sambil menunggu kentang matang, siapkan sausnya. Bahannya: bawang bombay, tomato sauce dan maisena. Tambahkan bumbu untuk saus berupa minyak wijen, black pepper dan garam. Tumis semua bahan-bahan tersebut. Setelah saus siap, segera saja semua disiapkan di atas meja. Hmm ... Nampaknya yummy hehehe ... Kami bertiga segera
berkumpul di dekat meja dan siap menyerbu steak udang ini. Tapi tunggu dulu ... Seperti biasa papa diminta mama untuk ambil gambar. Papa pun kemudian mengambil beberapa gambar sebelum kami mulai beneran menyerbunya. Dan benar saja ... Porsi yang tersedia hampir semuanya langsung ludes dalam 2 ronde hahaha ... Selain aku, papa juga ikutan nambah .... Hanya mama saja yang tidak mau ikutan menambah porsi karena merasa cukup. Kalau ditanya, apa yang paling kusuka? Jawabnya adalah green bean. Rasanya uenak banget ... Makanya, aku yang menghabiskan green bean ini. Coba lihat gambar yang diposting mama sebelum steak udang ini tandas ... Nampak lezat kan? Hehehe ....
HUJAN ES = HAIL
Hari ini, Sabtu 3 November 2012, aku dan mama sempat merekam datangnya hujan es yang berlangsung sekitar 1 menit. Sekalipun tidak merekam semua, kami sempat mengambil gambar selama 10-15 detik. Hujan es yang terjadi siang ini tidak kami duga. Memang benar kami membaca ramalan cuaca bahwa hari ini akan turun hujan. Dan memang benar bahwa hujan sudah turun sejak semalam - tetapi kemudian hujan berhenti saat pagi datang. Lagi-lagi benar, saat kami lihat mendung seharian - tetapi, kami tetap saja heran melihat hujan es datang hari ini ...
Thursday, November 1, 2012
MAKSIBAR: QDOBA MEXICAN GRILL
Yang ini sih lagi-lagi mama yang punya acara hehehe ... Bersama dengan tante Fitri di hari Kamis, tanggal 1 November 2012, mama berjalan menuju salah satu tempat makan yang ada di dekat Law School. Kata mama, m
ama dan tante Fitri awalnya janjian ketemu di hari Selasa tetapi kemudian ganti ke hari Kamis. Mama dan tante Fitri janjian untuk mencoba salah satu restoran Korea yang baru buka, yang namanya "Do", yang ada di jalan keempat. Namun, mama dan tante Fitri kemudian mengubah tujuan lokasi makan siang siang ini. Mama diajak ke salah satu tempat makan yang namanya Qdoba - Mexican Grill - yang merupakan salah satu tempat makan yang lumayan banyak lokasinya (mudah ditemui) di negara ini. Nampaknya tempat makan ini dik
elola dengan sistem franchise, sebuah sistem yang umum ditemukan di negara ini. Di Bloomington sendiri memang hanya ada 1 Qdoba Mexican Grill ini, tetapi di seluruh Indiana ada banyak restoran dengan nama ini. Sesuai dengan namanya, tempat makan ini menyediakan aneka menu yang merupakan makanan khas Mexico. Ada apa saja? Sudah pasti ada burito, taco dan nacho hehehe ... Jangan salah, yang membuat menu ini berbeda adalah bumbunya. Sama seperti saat kita membeli gado-gado, soto atau sate, yang berbeda adalah di bumbunya. Maksudnya apa nih? Makanan Meksiko yang p
aling sering dijual kan yang itu-itu saja, lalu bagaimana membedakan satu dengan yang lainnya? Ya tentunya dari bumbunya. Kan kita tahu bahwa burito biasanya berisi daging dengan salsa, bean dan juga shell-nya. Na ... shell-nya atau pembungkusnya bisa beda-beda rasanya, tergantung bumbu apa yang dipakai. Bahan dasarnya sih umumnya sama. Shell ini yang nanti akan dipakai untuk membungkus isinya dan kita bisa menikmati dengan cara dipotong atau disantap langsung (seperti memegang arem-arem tapi pembungkusnya tidak berupa daun, melainkan jagung atau gandum yang dijadikan roti ti
pis). Isinya pun bisa berbeda-beda, hanya saja isi umumnya adalah daging, bean dan salsa. Na ... Siang ini, tante Fitri memesan menu "naked burito" alias burito yang gak dibungkus. Sebagai gantinya, nasi-lah yang dimasukkan ke wadah baru kemudian ditambah daging, salsa dan sayur. Tante Fitri tidak memilih menambahkan bean (kacang merah yang direbus). Bagaimana dengan mama? Mama memilih grilled quesadillas. Apa itu? Sebuah menu yang terdiri atas roti lebar yang tipis yang kemudain ditambah daging, sayur, salsa dan keju. Roti berikut isinya akan di-grilled sebentar dan kemudian dipotong menjadi 4 bagian kalau sudah matang
. Mama juga mendapat tambahan dip berbahan keju dan juga saus hijau berbahan alpokat dan bumbu lain. Silahkan perhatikan gambar yang diposting disini. Nampak uenak kan? Untuk minumnya, mama dan tante Fitri sama-sama memilih air es. Bagaimana cara memesan makanan disini? Cara memesan makanan disini sama dengan saat kita membeli makanan dari restoran franchise. Kita mengantri (sambil memilih menu yang tergantung di belakang kasir yang akan kita pesan) dan sesampainya di depan kasir kita sebutkan penasan kita dan kemudian kita membayarnya. Makanan bisa kita terima sebelum kita bayar atau sesudah kita bayar. Mama menerima makanan sesudah membayar karena pesanannya per
lu di-grill dulu. O ya ... Untuk pegawai IU ada diskon 10 persen, berapa pun makanan yang dibeli. Lumayan-lah hehehe ... Setelah semua di tangan, mama dan tante Fitri segera mencari spot kosong. Karena jam-nya bertepatan dengan jam makan siang, tempat makan di dining hall-nya lumayan penuh. Untungnya mereka masih kebagian kursi. Mama dan tante Fitri pun kemudian menikmati pesanan mereka. Mama dan tante Fitri hepi bisa ketemu di hari yang cerah ini. Maklum, hari-hari ini kan udara beneran dah mulai dingin. Udara dingin ini membuat siapa pun malas berjalan-jalan. Untungnya hari ini cuaca bersahabat. Sekalipun dingin, matahari bersinar dengan cerah. Jadilah acara maksibar mama dan tante Fitri berakhir hepi hehehe ... Setelah dirasa cukup, mereka pun menyudahi acara maksibar ini ...
ama dan tante Fitri awalnya janjian ketemu di hari Selasa tetapi kemudian ganti ke hari Kamis. Mama dan tante Fitri janjian untuk mencoba salah satu restoran Korea yang baru buka, yang namanya "Do", yang ada di jalan keempat. Namun, mama dan tante Fitri kemudian mengubah tujuan lokasi makan siang siang ini. Mama diajak ke salah satu tempat makan yang namanya Qdoba - Mexican Grill - yang merupakan salah satu tempat makan yang lumayan banyak lokasinya (mudah ditemui) di negara ini. Nampaknya tempat makan ini dik
elola dengan sistem franchise, sebuah sistem yang umum ditemukan di negara ini. Di Bloomington sendiri memang hanya ada 1 Qdoba Mexican Grill ini, tetapi di seluruh Indiana ada banyak restoran dengan nama ini. Sesuai dengan namanya, tempat makan ini menyediakan aneka menu yang merupakan makanan khas Mexico. Ada apa saja? Sudah pasti ada burito, taco dan nacho hehehe ... Jangan salah, yang membuat menu ini berbeda adalah bumbunya. Sama seperti saat kita membeli gado-gado, soto atau sate, yang berbeda adalah di bumbunya. Maksudnya apa nih? Makanan Meksiko yang p
aling sering dijual kan yang itu-itu saja, lalu bagaimana membedakan satu dengan yang lainnya? Ya tentunya dari bumbunya. Kan kita tahu bahwa burito biasanya berisi daging dengan salsa, bean dan juga shell-nya. Na ... shell-nya atau pembungkusnya bisa beda-beda rasanya, tergantung bumbu apa yang dipakai. Bahan dasarnya sih umumnya sama. Shell ini yang nanti akan dipakai untuk membungkus isinya dan kita bisa menikmati dengan cara dipotong atau disantap langsung (seperti memegang arem-arem tapi pembungkusnya tidak berupa daun, melainkan jagung atau gandum yang dijadikan roti ti
pis). Isinya pun bisa berbeda-beda, hanya saja isi umumnya adalah daging, bean dan salsa. Na ... Siang ini, tante Fitri memesan menu "naked burito" alias burito yang gak dibungkus. Sebagai gantinya, nasi-lah yang dimasukkan ke wadah baru kemudian ditambah daging, salsa dan sayur. Tante Fitri tidak memilih menambahkan bean (kacang merah yang direbus). Bagaimana dengan mama? Mama memilih grilled quesadillas. Apa itu? Sebuah menu yang terdiri atas roti lebar yang tipis yang kemudain ditambah daging, sayur, salsa dan keju. Roti berikut isinya akan di-grilled sebentar dan kemudian dipotong menjadi 4 bagian kalau sudah matang
. Mama juga mendapat tambahan dip berbahan keju dan juga saus hijau berbahan alpokat dan bumbu lain. Silahkan perhatikan gambar yang diposting disini. Nampak uenak kan? Untuk minumnya, mama dan tante Fitri sama-sama memilih air es. Bagaimana cara memesan makanan disini? Cara memesan makanan disini sama dengan saat kita membeli makanan dari restoran franchise. Kita mengantri (sambil memilih menu yang tergantung di belakang kasir yang akan kita pesan) dan sesampainya di depan kasir kita sebutkan penasan kita dan kemudian kita membayarnya. Makanan bisa kita terima sebelum kita bayar atau sesudah kita bayar. Mama menerima makanan sesudah membayar karena pesanannya per
lu di-grill dulu. O ya ... Untuk pegawai IU ada diskon 10 persen, berapa pun makanan yang dibeli. Lumayan-lah hehehe ... Setelah semua di tangan, mama dan tante Fitri segera mencari spot kosong. Karena jam-nya bertepatan dengan jam makan siang, tempat makan di dining hall-nya lumayan penuh. Untungnya mereka masih kebagian kursi. Mama dan tante Fitri pun kemudian menikmati pesanan mereka. Mama dan tante Fitri hepi bisa ketemu di hari yang cerah ini. Maklum, hari-hari ini kan udara beneran dah mulai dingin. Udara dingin ini membuat siapa pun malas berjalan-jalan. Untungnya hari ini cuaca bersahabat. Sekalipun dingin, matahari bersinar dengan cerah. Jadilah acara maksibar mama dan tante Fitri berakhir hepi hehehe ... Setelah dirasa cukup, mereka pun menyudahi acara maksibar ini ... Wednesday, October 31, 2012
HALLOWEEN
Tanggal 31 Oktober diperingati sebagai hari Halloween. Pada hari tersebut, biasanya diadakan berbagai kegiatan yang b
erhubungan dengan Halloween. Contohnya saja, anak-anak akan memakai aneka kostum dan berjalan dari rumah ke rumah untuk mengetuk pintu dan mengatakan "trick or treat" ketika pintu dibuka. Biasanya "treat" adalah jawaban yang diberikan tuan rumah, sambil membagi candy kepada anak-anak. Untuk orang dewasa, kegiatannya lain lagi. Ada banyak acara diadakan, misalnya kontes kostum, pesta Halloween dan bahkan berkegiatan sosial. Bagaimana denganku? Aku ikut merayakan Halloween dengan cara biasa. Di sekolah, para guru boleh mengajar dengan menggunakan kostum yang mereka pilih. Para siswa biasanya tidak mengenakan kostum. Jadi, han
ya guru dan staff saja yang mengenakan kostum di area sekolah. Untuk acara di rumah, aku janjian dengan teman-teman untuk kumpul di salah satu lobby apartment dan mulai berkeliling apartment dan mengetuk pintu serta mengucap pilihan "Trick or Treat". Kegiatan ini berlangsung kurang lebih selama 2 jam. Bersama banyak teman, kami naik turn lift dan mengetuk banyak apartment untuk mengucapkan kata-kata ini. Dan hasilnya? Ka
mi mendapatkan candy yang lumayan banyak hehehe ... O ya ... Kostum apakah yang kupakai malam ini? Gak ada yang spesial ... Aku gak memakai kostum apa pun. Aku hanya memakai wig dan menghiasi wajahku dengan sedikit make-up ... Silahkan tebak kira-kira aku mirip siapa. Susah gak nebaknya? Pastinya, aku lumayan hepi ikutan acara sore ini ... Bisa dapat banyak candy hahaha ... Aku pulang jam 8.30 dan memperlihatkan buruanku sore ini. Kata papa dan mama, "Coklat dan permen sebanyak ini bisa habis berapa bulan?"
Monday, October 29, 2012
VISITING MY MOM'S FRIEND
Hari ini hari Minggu tanggal 28 Oktober 2012. Cuaca lumayan cerah. Papa dan mama mengajakku berkunjung ke rumah Shane (teman orangtuaku) yang ada di Solsberry. Jauh nggak dari
rumah? Kata papa dan mama, Solsberry ini berjarak kurang lebih 40 menit dari rumah. Sudah pasti papa dan mama bertekad mengandalkan GPS untuk bisa sampai ke rumah Shane. Hanya saja, alamat Shane (nama jalan di mana rumah Shane berada) belum tercatat di GPS. Maksudnya apa? Begini, saat papa dan mama menset GPS dengan menyertakan alamat rumah Shane, ternyata mesin pencari alamat lewat GPS tidak bisa mengenalinya. Kenapa begitu? Karena GPS milik papa kan tidak diupdate. Alhasil, data alamat (nama jalan,
daerah, dsb) yang di-search nampaknya masih merupakan data lama. GPS kami tidak bisa mengenalinya. Kok data di GPS tidak diupdate? Kan perlu bayar hehehe ... Ya ... Kalau mau update data di GPS harus bayar-lah ... Yang kami tahu, harga update GPS dengan membeli GPS baru kadang-kadang murah beli GPS baru jatuhnya. Jadinya, mending beli baru aja kan? Hehehe .... Kami tidak meng-update data karena untuk peta kota besar, nama-nama tempat terkenal, restoran, tempat wisata dan seterusnya biasanya masih bisa dicari dengan
mengandalkan GPS. Na ... Rumah Shane kan ada di country side (agak jauh dari kota), jadinya si GPS agak sulit menemukan jalan yang kami tuju, karena lokasi rumahnya tidak berada di jalan utama. Lalu, bagaimana usaha kami? Sudah pasti kami kemudian membuka komputer dan mencari alamat ini dengan fasilitas google map. Ketemu gak? Sudah pasti ketemu-lah hehehe ... Kan google map menyajikan data langsung dengan bantuan satelit. Jadinya, sekali kita memilih menu mencari alamat d
an mengisikan dengan lengkap lokasi yang kita cari, gak sampai 3 menit peta google sudah memberikan gambarannya hehehe ... Canggih kan? Ya memang begitu ... Google map merupakan salah satu cara yang juga bisa kita pilih seandainya GPS tidak mengenali lokasi yang kita tuju. Google map akan membantu kita memberikan gambaran rute mana saja yang akan kita lalui dan berapa lama jarak tempuhnya. Dengan google map, kita bisa melihat dengan jelas alamat yang akan kita tuju. Karenanya, setelah google map
memberikan gambaran nama jalan dan area yang kita lewati, papa dan mama mencatat secara manual rute tersebut. Setelah rute manual siap, barulah kita menuju kendaraan. Papa dan mama kemudian memilih rute 45/46 (belakang rumah) dan kemudian pindah ke rute 37. Sebelumnya, kita mampir sebentar ke Marsh yang ada di rute 45/46 untuk membeli buah tangan yang akan dibawa ke rumah Shane. Mama memilih cupcakes dan donut. Setelah itu, dengan lewat rute 37 kita kemudian menuju area
di sekitar Walmart. Dari Walmart, kendaraan terus saja melaju ke rute nomor 45. Dari rute 45, kami mencari belokan ke nomor 445. Sesudahnya, kita cari rute nomor 54. Terakhir, barulah kita mencari jalan nomor 43. Di sepanjang jalan menuju nomor-nomor yang akan kami lewati, sudah pasti mama dan papa perlu hati-hati membaca petunjuk nomor jalan ini, agar gak kelewatan ketika tiba saatnya kendaraan berbelok menuju nomor berikutnya. GPS tidak banyak membantu ternyata hahaha ... Ya ... Sekalipun GP
S tetap dinyalakan dan memberi petunjuk, tetap saja papa dan mama perlu memperhatikan semua sign di jalan yang kami lewati. Ketika kami memasuki jalan dengan nomor 54, kami mustinya segera mencari jalan nomor 43. Namun, papa dan mama tidak melihat nomor jalan ini. Jadinya, kami terlalu jauh memasuki jalan no 54 ini. Papa dan mama kemudian memutuskan berhenti sebentar dan menelepon Shane. Mama mengatakan akan berhenti di sebuah bangunan yaitu di sebuah sekolah ya
ng bernama SMP Eastern Greene County (kalo gak salah). Mama meminta ketemu Shane di situ. Setelah semua OK papa kemudian membelokkan kendaraan menuju ke arah kami datang. Saat kami sampai di SMP tersebut kami segera saja mencari parking lot dan menunggu di situ. Mama kemudian menelpon Shane dan mengatakan bahwa kami sudah sampai di SMP. Gak sampai 5 menit, Shane datang. Segera saja kami mengikuti kendaraan Shane dan jalan dengan nomor 43 yang kami cari ternyata sudah kelewatan hehehe ... Pan
tesan semakin jauh masuk jalan 54 semakin gak menemukan petunjuk jalan nomor 43. Sebentar saja kami mengikuti kendaraan Shane, kami segera sampai di rumah Shane. Sebuah bangunan yang dikelilingi tanah kosong yang luas banget. Langsung kelihatan juga bangunan lain yang juga ada di situ, yaitu sebuah barn (kandang). Shane segara mengajak kami masuk rumah dan mengatakan kalau Kayla (istrinya) sedang keluar rumah dan sebentar lagi akan datang. Kyle (anak Shane) masih berada di
rumah neneknya (ibu Shane). Jadilah kami bertiga dan Shane yang ada di rumah itu. Kebetulan hari itu cuaca cerah (sekalipun lumayan dingin). Papa dan mama memang janjian akan datang ke rumah Shane di jam 12-3 sore. Kami sampai di rumah Shane kurang lebih jam 12.30-an. Shane kemudian mengajak kami bertiga berkeliling ke rumahnya. Sudah pasti acara tour dimulai dari dalam rumah. Shane menerangkan kepada kami ruangan apa saja yang ada di rumahnya termasuk aneka pet-nya (tikus/rat, kuci
ng, anjing, ikan, laba-laba, turtle). Kecuali anjing, pet-nya ada di dalam rumah. Setelah selesai berkeliling rumah, kami bertiga diajak Shane keluar rumah. Kami diajak ke kandang dan ketemu 2 keledainya (Jack dan Jasper). Dari kandang, kami kemudian diajak ke pond (kolam) yang dihuni duck (bebek). Kata Shane, sudah ada 3 ducks yang mati karena dimakan coyote (anjing hutan). Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan trailing. Kami bertiga dengan dipandu Shane mengelilingi area tempat tinggal
Shane. Lahan tempat tinggal Shane luasnya 39 are. Berapa luas itu? Berhektar-hektar deh hehehe ... Kok bisa? Kan 10 are kurang lebih/hampir sama dengan 4 hektar (2,5 are = 1 hektar). Jadi, kalo 39 are sama dengan berapa? Hampir 16 hektar kan? Wa ... Luas banget ... Ya memang begitulah ... Menurutku, saat kami mengelilingi area tempat tinggal Shane, kami merasa seperti masuk hutan hehehe ... Kami melihat masih banyak pepohonan dan juga tanaman lain yang sepertinya bukan merupakan property pribadi. O ya ... S
hane tetap memasang pagar (kawat) sebagai penanda batas tanahnya dengan tanah tetangga. Memangnya ada tetangga? Ada ... 1 saja hehehe ... Rumah tetangga Shane ini nampak/kelihatan karena daun-daun sudah rontok. Sebelum daun rontok, rumah tetangga Shane tidak kelihatan hahaha ... Aman gak kira-kira lingkungan tempat Shane tinggal? Aman-lah ... Kalau nggak, pastinya Shane tidak mau tinggal di sini. Shane sebenarnya baru saja pindah ke rumah ini. Shane pindah bulan Juli lalu. Jadi, kami datang sekaligus ikutan house warming (is
tilah orang sini) atau istilah orang Jawa (pindahan) hehehe ... Kami berjalan dengan santai dan menikmati "hutan" di rumah Shane karena cuaca yang bersahabat hari ini. Setelah selesai berkeliling, kami kembali ke rumah Shane dan Shane kemudian memasak mie Itali alias spageti untuk kami. Sebentar saja Shane memasak makanan ini dan kami pun segera duduk bersama untuk memulai makan siang kami. Hmmm ... Uenak banget rasanya. Maklum, kami dah lumayan lapar hahaha .... Setelah
kami selesai bersantap, Kayla istri Shane datang. Kami ngobrol dengan Kayla dan kami senang sekali bisa datang ke rumah mereka. Sayangnya, Kyle (anak Shane) tidak diantar neneknya sampai kami pulang. Jadinya kami gak sempat ketemu. Emangnya kami pulang jam berapa? Kami pulang jam 3.30. Maklum, kami masih ada acara sore hari ini. Jadilah kami kemudian pamit pada mereka dan mengucapkan banyak terima kasih atas "warm welcome"nya. Dalam perjalanan pulang, kami segera saja set GPS dengan menu "home" dan tinggal mengikuti apa kata GPS hehehe ... Dengan settingan "home" di GPS biasanya rutenya lebih bisa diandalkan daripada kami membaca peta manual hehehe ... Bye-bye Shane ... Sekali lagi terima kasih banyak atas spagetinya yang super uenak hahaha ...
Subscribe to:
Posts (Atom)