Showing posts with label Friendship. Show all posts
Showing posts with label Friendship. Show all posts

Wednesday, November 21, 2012

FAREWELL PARTY FOR RACHEL

Pastinya ini mama yang punya acara hehehe ... Ya ... di hari Rabu tanggal 21 November 2012, jam 11 siang diadakan acara farewell atau perpisahan dengan salah satu teman di Evermann office. Mama dan papaku datang di acara ini. Teman yang akan mengakhiri kegiatan di Evermann Office bernama Rachel. Selama 1 tahun ini, Rachel bergabung dengan Evermann. Namun, Rachel mendapatkan tawaran bekerja di salah satu bank per November tanggal 15. Jadinya, Rachel kemudian akan meninggalkan Evermann. Mama dan teman-teman lainnya kemudian mengadakan acara perpisahan sederhana di salah satu ruangan yang ada di kantor Evermann. Bersama-sama dengan teman-temannya, mama kemudian masuk ke ruangan tersebut dan menunggu sebentar, sebelum acara dimulai. Di ruangan tersebut sudah nampak disiapkan roti taart besar yang akan dinikmati bersama-sama. Roti taart ini dibuat dari cupcake dengan 2 rasa, vanila dan coklat. Roti taart yang dihiasi dengan menarik ini memiliki tulisan yang berbunyi "GOOD LUCK RACHEL". Salah satu teman mama, Lori, yang memesan roti ini di Walmart. Saat semua teman sudah berkumpul, Lori hanya sebentar saja membuka acara, sambil menyerahkan kartu untuk Rachel. Kartu berisi ucapan untuk Rachel dari semua teman kemudian diterima dan dibaca Rachel. Setelah itu, semua kemudian menikmati cupcake ini. Sambil menikmati cupcake, mama dan teman-temannya ngobrol. Sesudah dirasa cukup, acara pun selesai. Ringkas sekali bukan? Ya ... Acara perpisahan di sini umumnya cuma begitu. Staf yang akan meninggalkan pekerjaannya diminta datang untuk menghadiri acara perpisahan. Ti
dak ada acara formal yang perlu persiapan lama. Masing-masing teman-teman di kantor akan pitch in (iuran) untuk membeli cake. Utensil sudah disediakan. Untuk minum dipersilahkan bawa sendiri-sendiri. Gak repot dan gak makan biaya banyak kan? Pastinya mereka semua mengucapkan selamat atas posisi baru yang dicapai Rachel. Mereka menuliskan ucapan itu di kartu yang kemudian diberikan ke Rachel. Acara yang berlangsung sekitar 15 menit ini juga tidak mengganggu jam kerja. Semua serba simple dan tidak makan waktu serta biaya. Mama pun belajar dari sini. Lalu, bagaimana kalau ada karyawan baru yang bergabung? Akan ada Welcoming Party untuk mereka yang bergabung dengan acara perkenalan dan makan donat bersama. Acara welcoming party biasanya diadakan di pagi hari (sekitar jam 9 pagi), sementara acara farewell party biasanya diadakan di sore hari (jam 3.30 atau 4 sore) sebelum jam kantor berakhir. Khusus untuk Rachel acara diadakan di siang hari karena Rachel harus segera menuju tempat kerja baru di jam 12 siang. Makanya, acara perpisahan untuknya diadakan di siang hari. Good luck Rachel ... 

Monday, October 29, 2012

VISITING MY MOM'S FRIEND

Hari ini hari Minggu tanggal 28 Oktober 2012. Cuaca lumayan cerah. Papa dan mama mengajakku berkunjung ke rumah Shane (teman orangtuaku) yang ada di Solsberry. Jauh nggak dari rumah? Kata papa dan mama, Solsberry ini berjarak kurang lebih 40 menit dari rumah. Sudah pasti papa dan mama bertekad mengandalkan GPS untuk bisa sampai ke rumah Shane. Hanya saja, alamat Shane (nama jalan di mana rumah Shane berada) belum tercatat di GPS. Maksudnya apa? Begini, saat papa dan mama menset GPS dengan menyertakan alamat rumah Shane, ternyata mesin pencari alamat lewat GPS tidak bisa mengenalinya. Kenapa begitu? Karena GPS milik papa kan tidak diupdate. Alhasil, data alamat (nama jalan, daerah, dsb) yang di-search nampaknya masih merupakan data lama. GPS kami tidak bisa mengenalinya. Kok data di GPS tidak diupdate? Kan perlu bayar hehehe ... Ya ... Kalau mau update data di GPS harus bayar-lah ... Yang kami tahu, harga update GPS dengan membeli GPS baru kadang-kadang murah beli GPS baru jatuhnya. Jadinya, mending beli baru aja kan? Hehehe .... Kami tidak meng-update data karena untuk peta kota besar, nama-nama tempat terkenal, restoran, tempat wisata dan seterusnya biasanya masih bisa dicari dengan mengandalkan GPS. Na ... Rumah Shane kan ada di country side (agak jauh dari kota), jadinya si GPS agak sulit menemukan jalan yang kami tuju, karena lokasi rumahnya tidak berada di jalan utama. Lalu, bagaimana usaha kami? Sudah pasti kami kemudian membuka komputer dan mencari alamat ini dengan fasilitas google map. Ketemu gak? Sudah pasti ketemu-lah hehehe ... Kan google map menyajikan data langsung dengan bantuan satelit. Jadinya, sekali kita memilih menu mencari alamat dan mengisikan dengan lengkap lokasi yang kita cari, gak sampai 3 menit peta google sudah memberikan gambarannya hehehe ... Canggih kan? Ya memang begitu ... Google map merupakan salah satu cara yang juga bisa kita pilih seandainya GPS tidak mengenali lokasi yang kita tuju. Google map akan membantu kita memberikan gambaran rute mana saja yang akan kita lalui dan berapa lama jarak tempuhnya. Dengan google map, kita bisa melihat dengan jelas alamat yang akan kita tuju. Karenanya, setelah google map memberikan gambaran nama jalan dan area yang kita lewati, papa dan mama mencatat secara manual rute tersebut. Setelah rute manual siap, barulah kita menuju kendaraan. Papa dan mama kemudian memilih rute 45/46 (belakang rumah) dan kemudian pindah ke rute 37. Sebelumnya, kita mampir sebentar ke Marsh yang ada di rute 45/46 untuk membeli buah tangan yang akan dibawa ke rumah Shane. Mama memilih cupcakes dan donut. Setelah itu, dengan lewat rute 37 kita kemudian menuju area di sekitar Walmart. Dari Walmart, kendaraan terus saja melaju ke rute nomor 45.  Dari rute 45, kami mencari belokan ke nomor 445. Sesudahnya, kita cari rute nomor 54. Terakhir, barulah kita mencari jalan nomor 43. Di sepanjang jalan menuju nomor-nomor yang akan kami lewati, sudah pasti mama dan papa perlu hati-hati membaca petunjuk nomor jalan ini, agar gak kelewatan ketika tiba saatnya kendaraan berbelok menuju nomor berikutnya. GPS tidak banyak membantu ternyata hahaha ... Ya ... Sekalipun GPS tetap dinyalakan dan memberi petunjuk, tetap saja papa dan mama perlu memperhatikan semua sign di jalan yang kami lewati. Ketika kami memasuki jalan dengan nomor 54, kami mustinya segera mencari jalan nomor 43. Namun, papa dan mama tidak melihat nomor jalan ini. Jadinya, kami terlalu jauh memasuki jalan no 54 ini. Papa dan mama kemudian memutuskan berhenti sebentar dan menelepon Shane. Mama mengatakan akan berhenti di sebuah bangunan yaitu di sebuah sekolah yang bernama SMP Eastern Greene County (kalo gak salah). Mama meminta ketemu Shane di situ. Setelah semua OK papa kemudian membelokkan kendaraan menuju ke arah kami datang. Saat kami sampai di SMP tersebut kami segera saja mencari parking lot dan menunggu di situ. Mama kemudian menelpon Shane dan mengatakan bahwa kami sudah sampai di SMP. Gak sampai 5 menit, Shane datang. Segera saja kami mengikuti kendaraan Shane dan jalan dengan nomor 43 yang kami cari ternyata sudah kelewatan hehehe ... Pantesan semakin jauh masuk jalan 54 semakin gak menemukan petunjuk jalan nomor 43. Sebentar saja kami mengikuti kendaraan Shane, kami segera sampai di rumah Shane. Sebuah bangunan yang dikelilingi tanah kosong yang luas banget. Langsung kelihatan juga bangunan lain yang juga ada di situ, yaitu sebuah barn (kandang). Shane segara mengajak kami masuk rumah dan mengatakan kalau Kayla (istrinya) sedang keluar rumah dan sebentar lagi akan datang. Kyle (anak Shane) masih berada di rumah neneknya (ibu Shane). Jadilah kami bertiga dan Shane yang ada di rumah itu. Kebetulan hari itu cuaca cerah (sekalipun lumayan dingin). Papa dan mama memang janjian akan datang ke rumah Shane di jam 12-3 sore. Kami sampai di rumah Shane kurang lebih jam 12.30-an. Shane kemudian mengajak kami bertiga berkeliling ke rumahnya. Sudah pasti acara tour dimulai dari dalam rumah. Shane menerangkan kepada kami ruangan apa saja yang ada di rumahnya termasuk aneka pet-nya (tikus/rat, kucing, anjing, ikan, laba-laba, turtle). Kecuali anjing, pet-nya ada di dalam rumah. Setelah selesai berkeliling rumah, kami bertiga diajak Shane keluar rumah. Kami diajak ke kandang dan ketemu 2 keledainya (Jack dan Jasper). Dari kandang, kami kemudian diajak ke pond (kolam) yang dihuni duck (bebek). Kata Shane, sudah ada 3 ducks yang mati karena dimakan coyote (anjing hutan). Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan trailing. Kami bertiga dengan dipandu Shane mengelilingi area tempat tinggal Shane. Lahan tempat tinggal Shane luasnya 39 are. Berapa luas itu? Berhektar-hektar deh hehehe ... Kok bisa? Kan 10 are kurang lebih/hampir sama dengan 4 hektar (2,5 are = 1 hektar). Jadi, kalo 39 are sama dengan berapa? Hampir 16 hektar kan? Wa ... Luas banget ... Ya memang begitulah ... Menurutku, saat kami mengelilingi area tempat tinggal Shane, kami merasa seperti masuk hutan hehehe ... Kami melihat masih banyak pepohonan dan juga tanaman lain yang sepertinya bukan merupakan property pribadi. O ya ...  Shane tetap memasang pagar (kawat) sebagai penanda batas tanahnya dengan tanah tetangga. Memangnya ada tetangga? Ada ... 1 saja hehehe ... Rumah tetangga Shane ini nampak/kelihatan karena daun-daun sudah rontok. Sebelum daun rontok, rumah tetangga Shane tidak kelihatan hahaha ... Aman gak kira-kira lingkungan tempat Shane tinggal? Aman-lah ... Kalau nggak, pastinya Shane tidak mau tinggal di sini. Shane sebenarnya baru saja pindah ke rumah ini. Shane pindah bulan Juli lalu. Jadi, kami datang sekaligus ikutan house warming (istilah orang sini) atau istilah orang Jawa (pindahan) hehehe ... Kami berjalan dengan santai dan menikmati "hutan" di rumah Shane karena cuaca yang bersahabat hari ini. Setelah selesai berkeliling, kami kembali ke rumah Shane dan Shane kemudian memasak mie Itali alias spageti untuk kami. Sebentar saja Shane memasak makanan ini dan kami pun segera duduk bersama untuk memulai makan siang kami. Hmmm ... Uenak banget rasanya. Maklum, kami dah lumayan lapar hahaha .... Setelah kami selesai bersantap, Kayla istri Shane datang. Kami ngobrol  dengan Kayla dan kami senang sekali bisa datang ke rumah mereka. Sayangnya, Kyle (anak Shane) tidak diantar neneknya sampai kami pulang. Jadinya kami gak sempat ketemu. Emangnya kami pulang jam berapa? Kami pulang jam 3.30. Maklum, kami masih ada acara sore hari ini. Jadilah kami kemudian pamit pada mereka dan mengucapkan banyak terima kasih atas "warm welcome"nya. Dalam perjalanan pulang, kami segera saja set GPS dengan menu "home" dan tinggal mengikuti apa kata GPS hehehe ... Dengan settingan "home" di GPS biasanya rutenya lebih bisa diandalkan daripada kami membaca peta manual hehehe ... Bye-bye Shane ... Sekali lagi terima kasih banyak atas spagetinya yang super uenak hahaha ...

Tuesday, October 16, 2012

COVERED BRIDGE FESTIVAL - VIDEO

Inilah lokasi covered bridge festival lain yang juga kami datangi tetapi sepintasan saja. Maksudnya? Kami hanya melihat tempat ini dari atas kendaraan alias kami gak turun dan jalan-jalan disini hehehe .... Masih dari lokasi Covered Bridge Festival yang ada di Rockville IN di hari Minggu, 14 Oktober 2012.

COVERED BRIDGE FESTIVAL - OCT 2012

Minggu, 14 Oktober 2012, kami bertiga berjalan-jalan bersama tante Fitri dan temannya (Ros) ke sebuah festival tahunan (covered bridge festival) yang ada di Rockville Indiana. Kalau ditanya berapa jaraknya dari rumah, kurang lebih 90 menitlah jawabnya. Gak jauh-jauh banget kan? Ya ... Tante Fitri yang memberi tahu kami dan memberikan link adanya acara ini. Menurut tante Fitri, acara ini adalah acara tahunan yang biasanya memang digelar di musim gugur dan penyelenggaraannya pun di tempat yang sama, yaitu di Rockville Indiana. Kenapa disitu? Karena lokasi festival memang tidak jauh dari apa yang disebut covered bridge (jembatan tertutup). Maksudnya apa nih? Ceritanya nanti dulu ya, setelah  acara cerita perjalanan dari rumah menuju lokasi selesai hehehe ... Tante Fitri dan kami janjian ketemu di salah satu tempat di jam 8.30 pagi. Namun, tante Fitri kemudian memberi tahu kalau tante Fitri akan menjemput kami di rumah. Jadinya, kami menunggu di rumah saja. Kami memang nunut/nebeng tante Fitri, mengingat kalau membawa 2 kendaraan rasanya kok kurang efisien. Jadilah tante Fitri yang kemudian membawa kendaraan dan kami ikut menumpang. Kami kemudian menjemput Ros di Elletsville  dan selanjutnya memulai perjalanan menuju acara covered bridge festival ini. Perjalanan yang ditempuh adalah dengan rute melalui Elletsville, Spencer dan kemudian menuju kota Terra Houte. Terra Houte adalah sebuah area di state Indiana yang lumayan besar juga sebenarnya, hanya saja kami belum pernah kesitu dan belum bisa membayangkan seperti apa Terra Houte itu.  Kata papa, Terra Houte berarti tanah tinggi. Kenapa disebut begitu? Bisa jadi karena area ini memang lebih tinggi dari Bloomington tempat kami tinggal atau Indianapolis ibu kota negara bagian Indiana. Kalau mau tahu jawaban pastinya sih musti buka kamus hehehe ... Kami senang dengan rute yang kami lalui, karena pemandangan di sepanjang jalan memang sedang indah. Musim gugur lagi yang menjadi alasannya hehehe ... Ya ... Karena kami masih melihat aneka warna daun di pepohonan yang gak bosan-bosannya kami amati. Lalu lintas kebetulan tidak ramai sekali dan kami memang tidak terus-menerus melewati highway. Makanya kami bisa melihat pepohonan ini dari dekat. Kami juga tidak tergesa-gesa di perjalanan, karena kami berangkat lumayan pagi. Santai dan nikmati saja perjalanan ini. Bagaimana dengan cuaca? Cuaca pagi ini diramalkan akan hujan ... Namun kami tetap berharap cuaca sedikit bersahabat saat kami sampai di lokasi atau bahkan dalam perjalanan pulang pergi. Dan nampaknya harapan kami dikabulkan hehehe ... Kata tante Fitri dan Ros, hampir setiap tahun mereka berdua datang ke acara ini. Acara ini sendiri memang hanya berlangsung dalam waktu kurang lebih 10 hari. Dan seperti kusebutkan di depan, acara ini selalu diadakan di saat fall atau musim gugur. Mau panas atau pun dingin (alias dalam cuaca apa pun) festival ini pasti akan selalu ada. Ya ... Tradisi di covered bridge festival nampaknya akan tetap diadakan selama cuaca mendukung (tidak membahayakan pengunjang dan peserta acara tentunya). Karenanya, kami sangat senang bisa berkunjung kemari dan melihat salah satu tradisi yang nampaknya menjadi salah satu acara wajib bagi warga US. Sebelum kami sampai di lokasi, kami melewati sebuah kompleks pemukiman yang nampaknya juga bersiap menyambut acara ini. Apa yang mereka persiapkan? Deretan meja berisi aneka barang yang diletakkan entah di depan rumah, entah di depan garasi, entah di kebun atau halaman, entah di tanah lapang dan di berbagai tempat lainnya. Apa yang mereka lalukan? Mereka menggelas garage sale. Apa itu garage sale? Menjual aneka barang yang sudah tidak mereka perlukan tentunya dengan harga miring. Aneka barang tadi umunya adalah barang sudah pernah dipakai. Tapi jangan salah ... Bukan barang jelek yang mereka jual. Barang-barang yang masih layak pakai-lah yang mereka tawarkan. tanpa perlu membayar pajak, kita bisa berbagai keperluan yang bisa jadi tidak kita temukan di toko tetapi bisa ditemukan disini. Menarik bukan? Hampir semua rumah di pinggir jalan membuka atau memasang garage sale tag. Siapa pun yang melewati jalan ini dan ingin melihat atau membeli bisa langsung menghentikan kendaraannya. Kami tidak melakukan itu sekarang. Kata tante Fitri dan Ros, mereka akan melakukannya nanti, setelah kita pulang dari melihat covered bridge festival. O ya ... Kata tante Fitri juga, di area Rockville ini, acara covered bridge festival tidak hanya ada di satu tempat melainkan ada di lebih dari 20 tempat. Kita rencananya mengunjungi 2 tempat hari ini. Yang pertama adalah yang selalu didatangi tante Fitri dan Ros yaitu di Muncie, sedangkan tempat keduanya masih akan diputuskan nanti. Ketika kami kemudian melihat plang berisi petunjuk tempat yang akan didatangi, tante Fitri segera membelokkan kendaraan ke situ. Kami lewati ladang yang luas sebelum akhirnya kami sampai di tempat yang dituju. Sebuah lapangan yang sangat luas yang berbatasan dengan country road dan hutan ... Terlihat banyak sekali kendaraan diparkir di salah satu areal pertanian atau perkebunan yang sengaja dijadilan parking lot. Lalu di depannya nampak deretan tenda putih yang juga beredert-deret menempati areal pertanian lainnya. Kata tante Fitri dan Ros, tahun lalu saat mereka berkunjung ada lebih banyak lagi kendaraan diparkir di sini. Tahun ini nampaknya agak sedikit berbeda. Mungkin karena masih pagi (sekitar jam 11-an saat kami sampai), atau mungkin karena hari ini hari Minggu (mereka biasanya pergi di hari Sabtu) atau mungkin juga karena ramalan cuaca mengatakan akan ada hujan di area ini seharian ini membuat pengunjung tidak memutuskan datang sekarang. Entahlah ... Pastinya kami perlu bayar 3 dolar untuk ongkos parkir dan kendaraan tante Fitri pun masih mendapat spot parkir yang lumayan dekat dengan lokasi acara berlangsung. Setelah kami semua turun kendaraan dan berjalan menuju area festival, tante Fitri dan Ros mengajak kami memasuki areal depan. Rupanya tenda-tenda tadi milik para vendor yang berpartisipasi di acara ini.  Ada banyak sekali vendor yang menjajakan aneka produk mereka. Gak hanya berupa aneka jenis makanan (yang biasa kita temui maupun yang jarang kita lihat atau bahkan baru sekali ini kita ketahui) maupun aneka jenis produk dan jasa yang dengan mudah kita bisa lihat disini. Ada apa saja kira-kira ya? Na ... Kami juga penasaran dengan apa yang ada disini. Makanya, kami perlu melihat dengan cermat hehehe ... Lalu, bagaimana dengan cerita mengenai covered bridge festival ini? Na ... Setelah kami memasuki area festival, tante Fitri dan Ros memberi tahu kami adanya jembatan tertutup yang menjadi ikon acara festiva ini. Jembatan ini nampak dari tempat kami berdiri. Kami lihat jambatan ini seperti rumah panjang yang membuka pintunya lebar (tidak memasang pintu depan). Jembatan ini juga didirikan di atas kali. Air kali juga nampak masih mengalir. Bahkan kami lihat ada kincir air di salah satu tempat. Gak terlalu besar sih, tetapi lumayan juga ukurannya ... O ya ... Tante Fitri mengatakan warna jembatan ini biasanya merah. Dan kami memang melihat jembatan ini memang berwarna merah. Saat kami kemudian melihat dari dekat, jembatan ini nampak gelap di dalamnya. Maklum, semua dinding jembatan kan tertup, termasuk juga atapnya juga dibuat rapat. Jadinya jembatan ini gelap di dalamnya. ada jendela sih di dinding jembatan ini, hanya saja jendelanya kecil. Jadi, sinar matahari tidak banyak masuk ke dalam jembatan sebagai penerangan. Kami lihat pengunjung banyak juga yang lalu lalang di dalam jembatan ini. Maklum, lokasi vendor memang tersebar di areal sebelum dan setelah jembatan. Kata tante Fitri juga, kenapa acara ini disebut sebagai Covered Bridge Festival, itu karena lokasi yang dipilih memang dekat dengan covered bridge ini. Masih menurut tante Fitri, di Rockville IN ini ada puluhan cover bridge yang bisa kita temukan, namun tidak semuanya dipakai sebagai lokasi festival. Dan tidak semua lokasi yang dipakai festival, memiliki areal sebesar dan seramai yang kami kunjungi. Karena tante Fitri dah tahu, dipilihlah lokasi di Muncie ini. Kami kemudian memutuskan untuk berpisah (membagi diri dalam 2 kelompok) agar nyaman semuanya. Kelompok kami bertiga (aku, papa dan mama) dan kelompok tante Fitri dan Ros. Kami janjian untuk ketemu lagi di jam 1.30 di depan salah satu vendor yang menawarkan aneka produk makanan made in Amish community. Kami punya waktu 2 jam lebih untuk jalan-jalan dan menikmati suasana. Kami pun segera berpisah. Aku, papa dan mama melihat-lihat ada apa saja di festival ini. kata papa, rasanya acara ini gak beda jauh dengan pasar malam atau sekaten yang biasa kita lihat di tanah air. Ada berbagai macam makanan lokal atau khas yang ditawarkan disini, utamanya yang berbahan dasar jagung, kentang, gandum dan sejenisnya. Bukan franchise yang sudah kita kenal yang kita temui disini, melainkan aneka warung mirik perorangan-lah yang akan kita temui. Berderet warung makan ini menjajakan aneka olahan berbahan dasar hasil pertanian khas negara ini. Jangan salah, sekalipun skalanya kecil apa yang mereka sajikan atau jual sudah pasti sesuai dengan standar yang harus dipenuhi. Kebersihan dan keamanan bahan pangan sudah pasti mereka jadikan prioritas. Dan seperti yang nampak dalam gambar, aneka produk pangan tadi dijajakan dengan harga hampir sama, ada dalam kemasan yang bagus dan rapi serta lumayan enak. Kok kami tahu? Karena kami mencoba membeli beberapa jenis makanan seperti corn dog (sosis untuk hotdog yang dibungkus dalam roti berbahan tepung jagung), lalu juga chips keriting yang berbahan kentang dan juga sate daging (vendornya dari Philipina) dan gak ketinggalan pop corn. Rata-rata harganya 3-5 dolaran. Untuk minum kami beli es teh dan juga lemonade dingin. kalau mau cari hotdog, burger, tortila, jagung bakar, kentang goreng aneka bentuk, dumpling, cotton candy, cookies dan seterusnya, tinggal pilih saja. Minuman hangat dan dingin juga komplit. Es teh, lemonade, air soda, air putih, es krim, apple cider bahkan bir lokal juga tersedia. Silahkan pilih. Untuk tempat menyantap makan siang, bisa tetap dinikmati sambil jalan, bisa memilih di salah satu picnic table yang berlokasi di dekat kali (yang di atasnya didirikan covered bridge) maupun di food court yang didirikan pengelola. Terserah mau memilih dimana. Bagi yang perlu berbelanja, silahkan masuki aneka tenda yang ada di situ. Apa saja yang mau dicari nampaknya bisa ditemukan disini. Semua keperluan rumah tangga, mulai dari keperluan dapur (peralatan memasak, aneka bumbu, taplak meja, dst), keperluan ruang tidur (kasur, sheet, blanket, pillow dan sterusnya), keperluan mandi (keramik, tub, towel, shower curtain, sabun, dst), keperluan berkebun, keperluan memperbaiki kendaraan, alat-alat pertukangan, aneka asesories, aneka karpet, aneka tas-dompet, aneka pakaian, aneka barang antik, rug/karpet, dan masih banyak lagi. Justru di tempat inilah kita dengan mudah bisa menemukan produk asli US seperti aneka produk makanan seperti coklat (termasuk South Bend Chocolate Company juga ada disini), sirup dan barang-barang lainnya seperti keranjang piknik, pisau buatan pande besi US, topi cowboy, perlatan berburu dan sebagainya. Sudah pasti yang ini gak kami perlukan hahaha ... Lalu apa dong yang kami beli? Yang jelas makanan dan juga beberapa alat dapur. Maklum, mama punya alasan untuk beli alat dapur murah disini hehehe ... Kami sempat istirahat sebentar di picnic table dekat kali sambil memandang covered bridge-nya. Tentunya sambil menyantap sesuatu hehehe ... Kami bersyukur hari ini cuaca lumayan bersahabat. Sekalipun berangin, kami tetap menikmati suasana di covered bridge festival ini. Tak terasa, jam menunjuk hampir angka 1.30. Kami segera menuju tempat kami janjian (di depan tenda milik vendor dari Amish). Kami lihat tante Fitri dan Ros sedang asyik memilih beberapa item disini, termasuk dendeng. Aku pun kemudian ikutan beli dendeng yang rasanya pedes hehehe ... Setelah semua dibayar, kami segera meninggalkan lokasi ini untuk menuju lokasi berikutnya. Nampaknya, semakin siang semakin banyak yang datang. Untunglah cuaca bersahabat, sehingga acara siang ini berjalan lancar. Malahan kami senang ada sedikit mendung, karena kami gak merasa kepasanan berjalan-jalan di area terbuka ini ... 

Saturday, October 13, 2012

SCENIC VIEW RESTO

Sabtu, 13 Oktober 2012 ... Mama dijemput tante Fitri di jam 11.30 siang untuk berkunjung ke sebuah tempat. Mama dan tante Fitri memang dah janjian sejak 2 minggu yang lalu mau maen ke tempat ini. Bersama mama dan Tante Fitri, tante Erika ikutan juga. Makanya, setelah menjemput mama, tante Fitri juga menjemput Erika sekalian. Kenapa begitu? Karena tempat yang akan dikunjungi mama bersama tante Fitri dan tante Erika berada di jalan menuju Lake Monroe. Jadi, rute yang dipilih tante Fitri adalah: dari rumah tante Fitri, menjemput mama, menjemput tante Erika dan kemudian menuju tempat ini. Tempat yang akan dikunjungi hari ini bernama Scenic View Restaurant. Ya, mama bersama tante Fitri dan tante Erika memang janjian untuk makan siang bersama di hari ini. Kata mama, acara siang ini juga untuk merayakan hari ulang tahun tante Erika yang kebetulan jatuh di bulan Oktober, beberapa hari yang lalu. Dari rumah, berapa lama jarak tempuh menuju tempat ini? Kurang lebih 12-15 menit-an lah ... Gak jauh kan? Apa sih nama tempat yang didatangi? SCENIC VIEW RESTAURANT. Mendengar atau membaca nama ini, sudah terbayang tempat ini merupakan tempat menikmati makanan dengan latar belakang atau pemandangan yang pastinya menakjubkan. Kata mama, jadi gak sabar banget deh untuk segera sampai tempat itu hehehe ... Dan benar saja, saat kendaraan kemudian berbelok dan naik sedikit menuju parking lot, mama segera saja tahu bahwa tempat ini memang menyenangkan dan indah sekali. Restaurant ini berada di atas bukit dengan pemandangan yang indah sekali. Nampak bagian dari lake Monroe di kejauhan dan juga aneka warna daun di pepohonan mengingat saat ini sudah memasuki musim gugur. Tempat ini lumayan luas dan sudah pasti, tempat makan yang berada di sini memang menjual pemandangan yang indah ini ... Setelah turun dari kendaraan, mama bersama tante Fitri dan tante Erika segera saja ambil gambar dulu sebelum masuk tempat makan tersebut. Tempat makan ini seolah terbagi 2, dengan lot parking sebagai pembagi. Maksudnya apa? Mama melihat ada 2 bangunan besar di atas bukit ini. Satu bangunan jelas berfungsi sebagai tempat makan atau restoran, sementara bangunan lain lebih mirip rumah atau kantor. Di belakang rumah atau kantor ini berdiri tenda putih berikut meja dan kursi. Nampaknya tenda putih berikut pernak-perniknya tersebut merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh tempat ini untuk penyelenggaraan pesta yang akan berlangsung di tempat ini ... Kata tante Fitri, di tempat ini juga disediakan trailer bagi mereka yang menghendaki untuk berlibur dan memilih merasakan tinggal di trailer ... Menyenangkan sekali kan? Hehehe ... Setelah mama, tante Fitri dan  tante Erika puas mengambil gambar pemandangan di sekitar tempat makan ini, segera saja mereka bertiga masuk ke dalam resto. Mereka menunggu petugas datang ... Saat mereka datang, seperti biasa petugas akan bertanya berapa yang akan makan hari ini dan kami kemudian bisa memilih duduk di booth yang kami pilih. Ya ... Istilahnya adalah booth untuk merujuk/menyebut meja dan kursi yang berbentuk kubikal ini. Mereka bertiga memilih duduk di dekat jendela yang berbahan kaca, agar bisa melihat pemandangan yang menakjubkan pastinya ... O ya ... Selain di dalam ruangan, ada juga kursi dan meja yang diletakkan di teras atau beranda tempat makan ini. Hanya saja, karena udara waktu itu agak mendung dan angin juga lumayan (jadinya lumayan dingin), mereka bertiga memilih duduk di dalam tempat makan ini ... Seorang petugas datang mengangsurkan buku menu dan mama beserta tante Fitri dan tante Erika segera mempelajarinya. Menu makanan yang disajikan adalah menu breakfast, lunch dan dinner ala US. Termasuk di dalamnya adalah makanan Meksiko (burito, nacho dan taco). Sambil mempelajari isi buku menu, petugas bertanya apakah minuman yang akan dipesan. Mama memilih air es, tante Erika dan tante Fitri juga sama ... Setelah itu, barulah mereka memesan makanan. Tante Fitri memilih fish taco, mama memilih scenic view home burger dan tante Erika memilih chicken wrap. Untuk mama dan tante Erika side dish yang dipilih adalah french fries dan bukan chip. Sebagai makanan pembuka (appetizer) tante Fitri memilih nacho yang ternyata besar sekali porsinya. Kan appetizer ini memang untuk grup (dibagi-bagi), jadi porsinya memang besar. Saat menu yang dipesan sampai di meja, segera saja mama minta ijin ambil gambar dulu hahaha ... Hasilnya bisa dilihat kan? Setelah itu barulah makanan tersebut mereka nikmati. Kata mama enak dan porsinya lumayan besar ... Gak heran kalo gak semuanya bisa dihabiskan. Makanya, di akhir acara makan siang ini, seperti biasa mama membungkus left over-nya. Petugas menyediakan kontainer untuk makanan tersebut. Setelah mereka merasa cukup berada di sini, mereka pun bersiap pulang. Tak lupa sekali lagi mereka ambil gambar ... Pastinya, mama dan tante Erika mengucapkan terima kasih kepada tante Fitri yang dah mengajak mereka berdua ke tempat ini ...