Inilah lokasi covered bridge festival lain yang juga kami datangi tetapi sepintasan saja. Maksudnya? Kami hanya melihat tempat ini dari atas kendaraan alias kami gak turun dan jalan-jalan disini hehehe .... Masih dari lokasi Covered Bridge Festival yang ada di Rockville IN di hari Minggu, 14 Oktober 2012.
Showing posts with label Vacation: Indiana and around. Show all posts
Showing posts with label Vacation: Indiana and around. Show all posts
Tuesday, October 16, 2012
COVERED BRIDGE FESTIVAL - OCT 2012
Minggu, 14 Oktober 2012, kami bertiga berjalan-jalan bersama tante Fitri dan temannya (Ros) ke sebuah festival tahunan (covered bridge festival) yang ada di Rockville Indiana. Kalau ditanya berapa jaraknya dari rumah, kurang lebih 90 menitlah jawabnya. Gak jau
h-jauh banget kan? Ya ... Tante Fitri yang memberi tahu kami dan memberikan link adanya acara ini. Menurut tante Fitri, acara ini adalah acara tahunan yang biasanya memang digelar di musim gugur dan penyelenggaraannya pun di tempat yang sama, yaitu di Rockville Indiana. Kenapa disitu? Karena lokasi festival memang tidak jauh dari apa yang disebut covered bridge (jembatan tertutup). Maksudnya apa nih? Ceritanya nanti dulu ya, setelah acara cerita perj
alanan dari rumah menuju lokasi selesai hehehe ... Tante Fitri dan kami janjian ketemu di salah satu tempat di jam 8.30 pagi. Namun, tante Fitri kemudian memberi tahu kalau tante Fitri akan menjemput kami di rumah. Jadinya, kami menunggu di rumah saja. Kami memang nunut/nebeng tante Fitri, mengingat kalau membawa 2 kendaraan rasanya kok kurang efisien. Jadilah tante Fitri yang kemudian membawa kendaraan dan kami ikut menumpang. Kami kemudian menjemput Ros
di Elletsville dan selanjutnya memulai perjalanan menuju acara covered bridge festival ini. Perjalanan yang ditempuh adalah dengan rute melalui Elletsville, Spencer dan kemudian menuju kota Terra Houte. Terra Houte adalah sebuah area di state Indiana yang lumayan besar juga sebenarnya, hanya saja kami belum pernah kesitu dan belum bisa membayangkan seperti apa Terra Houte itu. Kata papa, Terra Houte berarti tanah tinggi. Kenapa disebut begitu? Bisa jadi karena area ini mema
ng lebih tinggi dari Bloomington tempat kami tinggal atau Indianapolis ibu kota negara bagian Indiana. Kalau mau tahu jawaban pastinya sih musti buka kamus hehehe ... Kami senang dengan rute yang kami lalui, karena pemandangan di sepanjang jalan memang sedang indah. Musim gugur lagi yang menjadi alasannya hehehe ... Ya ... Karena kami masih melihat aneka warna daun di pepohonan yang gak bosan-bosannya kami amati. Lalu lintas kebetulan tidak ramai sekali dan kami memang tidak terus-
menerus melewati highway. Makanya kami bisa melihat pepohonan ini dari dekat. Kami juga tidak tergesa-gesa di perjalanan, karena kami berangkat lumayan pagi. Santai dan nikmati saja perjalanan ini. Bagaimana dengan cuaca? Cuaca pagi ini diramalkan akan hujan ... Namun kami tetap berharap cuaca sedikit bersahabat saat kami sampai di lokasi atau bahkan dalam perjalanan pulang pergi. Dan nampaknya harapan kami dikabulkan hehehe ... Kata tante Fitri dan Ros, hampir setiap tahu
n mereka berdua datang ke acara ini. Acara ini sendiri memang hanya berlangsung dalam waktu kurang lebih 10 hari. Dan seperti kusebutkan di depan, acara ini selalu diadakan di saat fall atau musim gugur. Mau panas atau pun dingin (alias dalam cuaca apa pun) festival ini pasti akan selalu ada. Ya ... Tradisi di covered bridge festival nampaknya akan tetap diadakan selama cuaca mendukung (tidak membahayakan pengunjang dan peserta acara tentunya). Karenanya, kami sangat senang
bisa berkunjung kemari dan melihat salah satu tradisi yang nampaknya menjadi salah satu acara wajib bagi warga US. Sebelum kami sampai di lokasi, kami melewati sebuah kompleks pemukiman yang nampaknya juga bersiap menyambut acara ini. Apa yang mereka persiapkan? Deretan meja berisi aneka barang yang diletakkan entah di depan rumah, entah di depan garasi, entah di kebun atau halaman, entah di tanah lapang dan di berbagai tempat lainnya. Apa yang mereka lalukan? Mereka
menggelas garage sale. Apa itu garage sale? Menjual aneka barang yang sudah tidak mereka perlukan tentunya dengan harga miring. Aneka barang tadi umunya adalah barang sudah pernah dipakai. Tapi jangan salah ... Bukan barang jelek yang mereka jual. Barang-barang yang masih layak pakai-lah yang mereka tawarkan. tanpa perlu membayar pajak, kita bisa berbagai keperluan yang bisa jadi tidak kita temukan di toko tetapi bisa ditemukan disini. Menarik bukan? Hampir semua rumah di pinggir j
alan membuka atau memasang garage sale tag. Siapa pun yang melewati jalan ini dan ingin melihat atau membeli bisa langsung menghentikan kendaraannya. Kami tidak melakukan itu sekarang. Kata tante Fitri dan Ros, mereka akan melakukannya nanti, setelah kita pulang dari melihat covered bridge festival. O ya ... Kata tante Fitri juga, di area Rockville ini, acara covered bridge festival tidak hanya ada di satu tempat melainkan ada di lebih dari 20 temp
at. Kita rencananya mengunjungi 2 tempat hari ini. Yang pertama adalah yang selalu didatangi tante Fitri dan Ros yaitu di Muncie, sedangkan tempat keduanya masih akan diputuskan nanti. Ketika kami kemudian melihat plang berisi petunjuk tempat yang akan didatangi, tante Fitri segera membelokkan kendaraan ke situ. Kami lewati ladang yang luas sebelum akhirnya kami sampai di tempat yang dituju. Sebuah lapangan yang sangat luas yang berbatasan dengan country road da
n hutan ... Terlihat banyak sekali kendaraan diparkir di salah satu areal pertanian atau perkebunan yang sengaja dijadilan parking lot. Lalu di depannya nampak deretan tenda putih yang juga beredert-deret menempati areal pertanian lainnya. Kata tante Fitri dan Ros, tahun lalu saat mereka berkunjung ada lebih banyak lagi kendaraan diparkir di sini. Tahun ini nampaknya agak sedikit berbeda. Mungkin karena masih pagi (sekitar jam 11-an saat kami sampai), atau mungkin karena hari
ini hari Minggu (mereka biasanya pergi di hari Sabtu) atau mungkin juga karena ramalan cuaca mengatakan akan ada hujan di area ini seharian ini membuat pengunjung tidak memutuskan datang sekarang. Entahlah ... Pastinya kami perlu bayar 3 dolar untuk ongkos parkir dan kendaraan tante Fitri pun masih mendapat spot parkir yang lumayan dekat dengan lokasi acara berlangsung. Setelah kami semua turun kendaraan dan berjalan menuju area festival, tante Fitri dan Ros mengajak kami memasuki areal depan. Rupanya tenda-tenda tadi milik para vendor yang berpartisipasi di acara ini. Ada banyak sekali vendor yang menjajakan aneka produk mereka. Gak hanya berupa aneka jenis makanan (yang biasa kita temui maupun yang jarang kita lihat atau bah
kan baru sekali ini kita ketahui) maupun aneka jenis produk dan jasa yang dengan mudah kita bisa lihat disini. Ada apa saja kira-kira ya? Na ... Kami juga penasaran dengan apa yang ada disini. Makanya, kami perlu melihat dengan cermat hehehe ... Lalu, bagaimana dengan cerita mengenai covered bridge festival ini? Na ... Setelah kami memasuki area festival, tante Fitri dan Ros memberi tahu kami adanya jembatan tertutup yang menjadi ikon acara festiva ini. Jembatan ini nampak d
ari tempat kami berdiri. Kami lihat jambatan ini seperti rumah panjang yang membuka pintunya lebar (tidak memasang pintu depan). Jembatan ini juga didirikan di atas kali. Air kali juga nampak masih mengalir. Bahkan kami lihat ada kincir air di salah satu tempat. Gak terlalu besar sih, tetapi lumayan juga ukurannya ... O ya ... Tante Fitri mengatakan warna jembatan ini biasanya merah. Dan kami memang melihat jembatan ini memang berwarna merah. Saat kami kemudian melihat dar
i dekat, jembatan ini nampak gelap di dalamnya. Maklum, semua dinding jembatan kan tertup, termasuk juga atapnya juga dibuat rapat. Jadinya jembatan ini gelap di dalamnya. ada jendela sih di dinding jembatan ini, hanya saja jendelanya kecil. Jadi, sinar matahari tidak banyak masuk ke dalam jembatan sebagai penerangan. Kami lihat pengunjung banyak juga yang lalu lalang di dalam jembatan ini. Maklum, lokasi vendor memang tersebar di areal sebelum dan setelah jembatan. Kata
tante Fitri juga, kenapa acara ini disebut sebagai Covered Bridge Festival, itu karena lokasi yang dipilih memang dekat dengan covered bridge ini. Masih menurut tante Fitri, di Rockville IN ini ada puluhan cover bridge yang bisa kita temukan, namun tidak semuanya dipakai sebagai lokasi festival. Dan tidak semua lokasi yang dipakai festival, memiliki areal sebesar dan seramai yang kami kunjungi. Karena tante Fitri dah tahu, dipilihlah lokasi di Muncie ini. Kami kemudian memutuska
n untuk berpisah (membagi diri dalam 2 kelompok) agar nyaman semuanya. Kelompok kami bertiga (aku, papa dan mama) dan kelompok tante Fitri dan Ros. Kami janjian untuk ketemu lagi di jam 1.30 di depan salah satu vendor yang menawarkan aneka produk makanan made in Amish community. Kami punya waktu 2 jam lebih untuk jalan-jalan dan menikmati suasana. Kami pun segera berpisah. Aku, papa dan mama melihat-lihat ada apa saja di festival ini. kata papa, ra
sanya acara ini gak beda jauh dengan pasar malam atau sekaten yang biasa kita lihat di tanah air. Ada berbagai macam makanan lokal atau khas yang ditawarkan disini, utamanya yang berbahan dasar jagung, kentang, gandum dan sejenisnya. Bukan franchise yang sudah kita kenal yang kita temui disini, melainkan aneka warung mirik perorangan-lah yang akan kita temui. Berderet warung makan ini menjajakan aneka olahan berbahan dasar hasil pertanian khas negara ini. Jangan salah, sekalipun
skalanya kecil apa yang mereka sajikan atau jual sudah pasti sesuai dengan standar yang harus dipenuhi. Kebersihan dan keamanan bahan pangan sudah pasti mereka jadikan prioritas. Dan seperti yang nampak dalam gambar, aneka produk pangan tadi dijajakan dengan harga hampir sama, ada dalam kemasan yang bagus dan rapi serta lumayan enak. Kok kami tahu? Karena kami mencoba membeli beberapa jenis makanan seperti corn dog (sosis untuk hotdog yang dibungkus dalam r
oti berbahan tepung jagung), lalu juga chips keriting yang berbahan kentang dan juga sate daging (vendornya dari Philipina) dan gak ketinggalan pop corn. Rata-rata harganya 3-5 dolaran. Untuk minum kami beli es teh dan juga lemonade dingin. kalau mau cari hotdog, burger, tortila, jagung bakar, kentang goreng aneka bentuk, dumpling, cotton candy, cookies dan seterusnya, tinggal pilih saja. Minuman hangat dan dingin juga komplit. Es teh, lemonade, air soda, air putih, es krim, apple c
ider bahkan bir lokal juga tersedia. Silahkan pilih. Untuk tempat menyantap makan siang, bisa tetap dinikmati sambil jalan, bisa memilih di salah satu picnic table yang berlokasi di dekat kali (yang di atasnya didirikan covered bridge) maupun di food court yang didirikan pengelola. Terserah mau memilih dimana. Bagi yang perlu berbelanja, silahkan masuki aneka tenda yang ada di situ. Apa saja yang mau dicari nampaknya bisa ditemukan disini. Semua keperluan rumah t
angga, mulai dari keperluan dapur (peralatan memasak, aneka bumbu, taplak meja, dst), keperluan ruang tidur (kasur, sheet, blanket, pillow dan sterusnya), keperluan mandi (keramik, tub, towel, shower curtain, sabun, dst), keperluan berkebun, keperluan memperbaiki kendaraan, alat-alat pertukangan, aneka asesories, aneka karpet, aneka tas-dompet, aneka pakaian, aneka barang antik, rug/karpet, dan masih banyak lagi. Justru di tempat inilah kita dengan mudah bisa me
nemukan produk asli US seperti aneka produk makanan seperti coklat (termasuk South Bend Chocolate Company juga ada disini), sirup dan barang-barang lainnya seperti keranjang piknik, pisau buatan pande besi US, topi cowboy, perlatan berburu dan sebagainya. Sudah pasti yang ini gak kami perlukan hahaha ... Lalu apa dong yang kami beli? Yang jelas makanan dan juga beberapa alat dapur. Maklum, mama punya alasan untuk beli alat dapur murah disini hehehe ... Kami se
mpat istirahat sebentar di picnic table dekat kali sambil memandang covered bridge-nya. Tentunya sambil menyantap sesuatu hehehe ... Kami bersyukur hari ini cuaca lumayan bersahabat. Sekalipun berangin, kami tetap menikmati suasana di covered bridge festival ini. Tak terasa, jam menunjuk hampir angka 1.30. Kami segera menuju tempat kami janjian (di depan tenda milik vendor dari Amish). Kami lihat tante Fitri dan Ros sedang asyik memilih beberapa item disini, termasuk dendeng. Aku pun kemudian ikutan beli dendeng yang rasanya pedes hehehe ... Setelah semua dibayar, kami segera meninggalkan lokasi ini untuk menuju lokasi berikutnya. Nampaknya, semakin siang semakin banyak yang datang. Untunglah cuaca bersahabat, sehingga acara siang ini berjalan lancar. Malahan kami senang ada sedikit mendung, karena kami gak merasa kepasanan berjalan-jalan di area terbuka ini ...
Saturday, July 21, 2012
NASHVILLE VIDEO
Na ... Yang ini sih video di Nashville ... Masih di hari Sabtu, tanggal 21 Juli 2012 ... Kami bertiga menyempatkan naek trem yang membawa kami berkeliling ke sebagian kecil kota Nashville. Kami mendengarkan penjelasan driver yang sekaligus bertugas sebagai pemandu wisata saat kami menaiki trem ini. O ya ... Kami perlu membayar 5 dolar per orang sebelum naik trem ini ... Gak ada loket yang melayani penjualan tiket naik trem ini ... Yang ada adalah bayar langsung secara tunai ke driver-nya hahaha ... Lumayan senang juga menaiki trem ini ... Selain mengenal Nashville dari mendengar cerita sejarah si pemandu wisata, lagi-lagi kami merasakan naik "kereta api" setelah lama gak melakukannya ...
NASHVILLE: POPCORN, ICE CREAM, JAM (SELAI) AND HOTDOG
Masih di Nashville di tanggal 21 Juli 2012, di acara jalan-jalan bersama papa dan mamaku hehehe ... Kata mama, tujuan ke Nashville kali ini gak
cuma untuk melihat-lihat keunikan kota ini, melainkan juga untuk mencicipi aneka jajanan yang bisa ditemukan di sini. Apa sajakah itu? Karena mama yang mengajak aku dan papa, tentunya mama sudah mengagendakan kunjungan ke beberapa tempat jajan seperti depot es krim, depot popcorn dan juga salah satu grocery store kuno yang menjual aneka produk khas Nashville. Hmm ... Jadi penasaran banget rasanya pingin segera ke tempat itu satu per satu hehehe ... K
ita mulai dari yang pertama kita temui. Apakah itu? Depot penjual popcorn. Depot yang ada di jalan utama ini memajang satu papan info di depan depot yang berisikan aneka jenis popcorn yang mereka jual hari itu atau aneka popcorn unggulan mereka. Seperti kita tahu, popcorn sangatlah populer di negara ini. Produk pangan berbahan jagung ini sangat mudah ditemui di berbagai tempat khususnya
grocery store. Indiana termasuk salah satu lumbung pangan US yang ada di midwest (khususnya untuk produk jagung), sehingga gak mengherankan kalau kita dengan mudah menemui ladang jagung atau produk pangan lainnya di negara bagian ini. Produk pangan berbahan jagung ini diolah dalam berbagai macam bentuk seperti jagung dalam kalengan, jagung berbentuk sup dalam kalengan (corn soup), jagung glundungan yang dijual di aneka gr
ocery store, maizena (tepung jagung), jagung yang menjadi teman makan steak di berbagai restoran dan tentunya popcorn ini. Na ... Yang kami lihat di depot popcorn ini adalah olahan khas depot ini, berupa popcorn dengan aneka rasa. Saat kami masuk ke dalam depot, kami lihat jejeran rak berisi popcorn dengan aneka rasa. Kita bolh mencicipinya seblum memutuskan membeli. Tentunya mencicipi secukupnya lho ya hehehe ... Pembuat popcorn ini juga ada di depot ini. Dengan senang hati, popcorn ini menjelaskan berbagai produk yang dihasilkannya. Karena mama suka sekali dengan karamel, mama memilih popcorn caramel untuk kita beli. 1 kantong keci saja. Kok gak milih kantong yang besar?
Jangan salah ya ... Harga popcorn disini gak murah lho ... Satu kantong kecil popcorn yang mama beli harganya hampir 10 dolar, hampir setara dengan harga makan siang di warung makan hehehe ... Kenapa mahal? Karena popcorn ini unik. Yang kami beli disini sulit dicari di grocery store. Karenanya, harga popcor yang dijual pun gak murah ... Soal rasa bagaimana? Jangan ditanya ... Sudah pasti uenak-lah hehehe ...
Selain popcorn, aku juga membeli rambut nenek atau harum manis (cotton candy). Yang ini sih gak spesial ... Mudah ditemukan dimana saja. Harganya juga biasa saja. Segera saja kami keluar dari depot popcorn ini setelah keperluan bayar membayar beres. Kemanakah kami selanjutnya? Na ... Ini nih tempat yang paling penting yang akan kami kunjungi. Sebuah kedai es krim. Kenapa kami kesini? karena tahun lalu saat kami kemari
, kedai es krim ini tutup. Jadilah hari ini kami menjadikan kedai es krim ini sebagai tempat kunjungan wajib bagi kami hehehe ... Nama kedai es krim yang kami datangi adalah MILLER. Apakah ini kedai es krim satu-satunya di Nashville? Tentu saja bukan. Lalu, kenapa kami memilih tempat ini? Karena saat kami kesini tahun lalu, tempat inilah yang kami lihat mula-mula. Ada replika cone es berikut es krimnya yang
besar di luar kedai ini. Hmmm ... Sungguh mengundang rasa penasaran kami untuk masuk dan mencicipi rasa es krim di kedai ini hehehe ... Lagian, dari apa yang kami baca di bagian luar kedai, tertulis bahwa kedai es krim ini didirikan sejak tahun 1970-an ... Wa ... Dah 40 tahun lebih kan? Rasa penasaran kami pun semakin menjadi-jadi ... Kalau ada tempat makan yang masih buka setelah puluhan tahun berdiri, pastinya te
mpat ini layak dikunjungi ... Aslinya, kedai es krim lain banyak bertebaran di sepanjang perkampungan wisata Nashville ini ... Hanya saja, mama sepertinya sudah jatuh hati dengan tempat ini sejak pertama kali kami kemari tahun lalu hehehe ... Segera saja kami memasuki kedai es krim ini. Nampaka sebuah lorong yang diujungnya ada piano yang secara otomatis memainkan sebuah partitur. Ada boneka orang di d
epan piano ini yang seolah-olah sedang memainkan piano. Kami kemudian masuk ke sebuah ruang yang lumayan besar dan mulai mengantri untuk memesan es krim. Menu terpajang dengan jelas di depan kami. Antrian di depan kami gak terlalu panjang, demikian juga di belakang kami. Sambil mengantri, kami mempelajari menu yang ada. Kami lihat sebuah rak display berbahan kaca yang lumayan besar. Rak display ini berisi k
ontainer aneka rasa es krim yang jelas berwarna-warni. Saat giliran kami memesan tiba, papa segera memilih es krim rasa peach 2 scoop tanpa tambahan asesoris. Aku memilih es krim rasa vanilla dengan coklat oreo sebagai asesorisnya. Mama memilih es krim rasa strawberry dengan asesoris berupa apel dan karamel. Ya ... Karamel di es krim mama pasti tidak ketinggalan hehehe ... Pesanan kami dicatat
petugas. Papa paling cepat menerima es krim pesannya, karena paling gampang dan sederhana hehehe ... Setelah kami semua memperoleh es krim pesanan kami, segera kami pindah ruang untuk menikmati es krim kami. Kami berjalan dari ruang pemesanan ke dining room. Dining room yang kami lihat luasnya sedang. Lumayan banyak pengunjung yang bisa ditampung. Kami bertiga segera memilih meja dan kursi kami dan segera saja kami nikmati es krim kami. Gimana rasanya? Sudah pasti uenak hehehe ... Kami saling mencicipi pesanan masing-masing. Sungguh siang yang sempurna. Di saat cuaca cerah seperti ini, pas banget rasanya kami nikmati hari dengan menyantap es krim ... Hmmm ... Lumayan
lama juga kami berada di kedai es krim Miller ini ... Sesudah merasa cukup, kami segera keluar dari tempat ini dan berjalan menuju arah lain. Kemana kami kemudian berkunjung? Ke General Store & Bakery yang menjadi salah satu ciri khas Nashville ini. Saat kami masuk ke dalam store ini, segera saja kami lihat deretan aneka bahan bangan jadi dan siap jadi yang menjadi produk toko ini. Ada roti aneka rasa dan ukuran, selai, teh, kopi, keju, madu d
an bahan pangan mentah seperti tepung, aneka biji-bijian, alat masak dan sejenisnya .... Kami lihat semua barang yang dipajang termasuk harganya hahaha ... Rata-rata harga yang kami lihat untuk aneka produk yang dijual memang lebih mahal dibanding harga untuk produk sejenis, karena aneka produk yang ditawarkan disini kan diproduksi hanya disini saja alias bukan produk masal.
Karena hanya dibuat disini dan jumlahnya terbatas, wajarlah kalo harga menjadi sedikit lebih mahal. Apakah kami membeli sesuatu? Ya ... Kami membeli selai buah di toko ini. Melihat penataan isi toko dan juga bangunan toko ini, memang terlihat kalau toko ini juga termasuk salah satu toko kuno yang masih survive ... Pengunjung toko juga lumayan banyak dan hampir semuanya membeli produk toko ini sekalipun tidak dalam jum
lah besar. Setelah puas melihat isi toko, kami pun segera menuju sebuah tempat yang paling kuinginkan. Dimanakah itu? Di ujung jalan - dipojokan perempatan. Ada apa sih disitu? Ada sebuah tempat makan hahaha ... Ya, sejak kami selesai memarkir kendaraan dan memulai jalan-jalan, tempat inilah yang kulihat pertama kali. Makanya, aku ingin kita bisa makan siang disini. Mama pun meng-OK-kan. Kami kemudian memasuki tempat
makan terbuka ini dan memesan menu yang mereka tawarkan. Aku memilih meat BBQ semetara papa dan mama hotdog. Kami gak perlu menunggu lama untuk bisa menikmati pesanan kami. Maklum, makanan model seperti ini kan gak perlu waktu lama untuk menyiapkannya. Hanya daging yang diolah, sementara yang lainnya sudah siap. Ibarat makan nasi rames, aku memilih lauk daging sementara mama dan papa memilih menu ayam. Nasi sudah siap, jadi tinggal ngangetin menu lauk. Sementara
di sini, nasi sama dengan roti. Roti sudah siap, hanya saja isinya yang perlu diangetin hehehe ... O ya ... Kami pilih sendiri sayuran dan dressing untuk menu yang kami pesan. Sudah pasti mama memilih mayonaise (karena memang hanya itu yang mama suka), sementara aku dan papa memilih mustard. Kami tambahkan saus botol BBQ yang sedikit spicy juga ... Saat menu pesanan
kami jadi, kami segera duduk di salah satu bangku yang menghadap ke jalan. Kami nikmati makan siang kami dengan santai. Ya ... Baru kali ini kami menikmati makanan dengan model tempat makan terbuka seperti ini. Biasanya kan kami masuk ruang hehehe ... Lumayan asyik juga ternyata. Gimana rasanya? Lumayan-lah hehehe ... Setelah merasa cukup menikmati makan siang kami, segera kami sudahi acara jalan-jalan siang ini. Kami kembali ke depan library dimana kendaraan kami diparkir. Puas rasanya hati ini menikmati hari cerah seharian ini. Jalan-jalan ke Nashville, berikut naik tremnya, serta menikmati aneka jajanan yang ada membuat kami hepi ...
NASHVILLE LAGI
Sabtu, 21 Juli 2012, aku bersama papa dan mama jalan-jalan ke Nashville. Papa dan
mama memang sengaja mengajak aku berkunjung ke tempat ini lagi, setelah akhir tahun 2011 kemarin kami juga kesini. Waktu itu (saat kami berkunjung kesini) kan musim dingin, udara lumayan adem, jadinya gak banyak yang kami bisa lihat. Sementara itu, kunjungan kali ini kan kami lakukan di musim panas, jadinya kami brharap ada banyak yang bisa kami lihat. Kami pun sengaja berangkat agak siang dari rumah. Jam 11an-lah kira-kira. Sampai Nashville jam masih menunjuk angka 12.45. Papa
segera saja mengarahkan ke salah satu parking lot yang ada di dalam kompleks (tidak berada di jalan utama) karena parking lot yang tersedia lumayan penuh. Beberapa kantong parkir di dekat jejeran kios dan tempat makan nampak sudah penuh. Hanya saja, mama masih ingat betul kemana kemana kami bisa memarkir kendaraan. Dimana? Di depan perpustakaan Nashville. Kok mama tahu? Kan tahun kemarin kami sempat sampai di sini, jadinya mama masih inget-lah ... Lagian, daripada bayar parkir 5 dolaran di kantong-kantong parkir, mendingan parkir disini tetapi gak bayar hehehe ... Hanya saja, kami musti sedikit berjalan kaki untuk bisa sampai ke jalan utama. Setelah papa selesai memarkir kendaraan, segera saja papa dan mama mengajakku menyusuri kompleks perniagaan Nashville yang seb
enarnya gak terlalu besar ini. Ngomong-ngomong, atas ide siapa sih kami kesini? Atas ide mama ... Kenapa mama pingin kembali kesini lagi? Karena ada beberapa tempat yang mama ingin kunjungi tahun kemarin tetapi tutup karena kami dah kesorean waktu mampir tempat ini. Karenanya, hari ini kami akan upayakan untuk mendatangi beberapa tempat lagi. Dari parkiran di depan perpustakaan menuju jalan utama Nashville, kami lihat lumayan banyak pengunjung datang dan lalu lalang di sekitar situ. Ada pengun
jung yang juga asyik duduk di banyak bangku yang disediakan di pinggir jalan, ada pengunjung yang asyik menikmati kota Nashville dengan naik motor besar dan juga dengan trem (kereta api yang bejalan di jalan raya). Hm ... Lumayan menyenangkan juga bekunjung ke Nashville di musim panas ini ... Saat kami sampai di beberapa toko atau kios yang berjajar rapi di sepanjang jalan, sudah pasti kami masuki saja beberapa toko untuk melihat apa yang mereka tawarkan. Selain makanan, souv
enir dan pakaian, beberapa kios atau toko yang ada di Nashville menawarkan aneka barang seni (art) yang dibuat oleh seniman lokal seperti aneka lukisan, patung, ukiran, dan berbagai karya seni lainnya. Ya .. Nashville memang merupakan salah satu kota seni kecil dan lumayan tua yang ada di state Indiana. Nashville layak untuk dikunjungi mengingat apa yang mereka punya adalah sesuatu yang bersifat unik dan khas/spesial. Di sini kita akan menjumpai kolektor koin misalnya, yang memiliki koleksi yang komplit dan jeas tertata rapi. Dari koin ini kita bisa belajar s
ejarah mata uang USA termasuk sejarah yang terjadi dulu saat pembuatan koin ini. Saat aku, papa dan mama masuk ke kios/shop kolektor koin ini, kami pun sudah pasti mengamati aneka koin yang diatur penurut tahun pembuatannya dan seterusnya ... Yang lainnya adalah toko souvenir yang menjadikan kayu dan besi sebagai bahan dasar pembuatannya. Aneka hiasan yang dipajang di dalam maupun di dalam toko/shop lumayan bervariasi dan menarik hati. Kami sempatkan untuk berpose di d
ekat beberapa souvenir tersebut. Kata mama, Nashville sebenarnya gak beda jauh dengan Kotagede (yang merupakan pusat kerjainan perak di Yogyakarta) atau pun Prawirotaman (yang merupakan salah satu kampung turis di Yogyakarta). Nashville kira-kira merupakan perpaduan kedua tempat ini. Hanya saja, di Nashville ada banyak deretan toko makanan yang lumayan menarik untuk disinggahi. Cerita mengenai aneka toko makanan ini ada di postingan lainnya hehehe ... Kami bertiga juga menyempatkan mampir ke salah satu toko yang menawarkan aneka mainan anak. Hanya saja, saat mama dan aku mencoba mencari tahu asal produksi aneka mainan yang dipajang, kami menemukan bahwa mayoritas koleksi di toko mainan anak ini adalah bukan buatan US. Ya sudah
... Kami pun tidak lagi terlalu tertarik melanjutkan melihatnya hehehe ... Kan kami sengaja datang ke tempat ini karena mau melihat aneka produk asli negara ini? Jadinya, kalau kami menemukan aneka produk bukan buatan negara ini, kami tidak melanjutkan untuk mengeksplorasinya hehehe .... O ya ... Hampir saja lupa ... Aneka barang antik khusus untuk kolektor juga bisa ditemukan di berbagai toko yang ada ... Misalnya saja koleksi poster kuno, koleksi bebatuan kuno, koleksi aneka barang khas Indian kuno, koleksi aneka pajangan kuno dan sejenisnya ... Kalau tertarik membeli, sudah pasti tersedia banyak pilihan ... Hanya saja, kami gak belanja aneka barang tersebut ... Habis, kami mau gunakan untuk apa? Lalu, apa dong yang kami beli? Produk makananlah hehehe ... Sambil berjalan melih
at-lihat kami juga kemudian memutuskan untuk naek trem keliling Nashville. Dengan ongkos 5 dolar per orang per sekali naik, kami bisa menikmati kota Nashville yang gak terlalu besar ini. Lagian, udara lumayan panas ... Jadinya, gak mungkin banget kita jalan kaki melihat semuanya. Dengan naik trem, rasa-rasanya sebagian besar wajah Nashville bisa kita lihat hehehe ... Cerita mengenai naik trem ini juga diposting mama di bagian lain ... Saat kami merasa sudah cukup melihat-lihat Nashville dari dekat dan lebih detil, kami segera saja
memutuskan menyudahi acara jalan-jalan kali ini. Kami segera kembali ke depan library di mana papa memarkir kendaraan. Nashville nampak masih lumayan ramai dikunjungi orang ... Tahun lalu, saat kami kesini, toko-toko hanya buka sampai dengan jam 4 sore. Hari ini, nampaknya toko-toko masih akan buka sampai lumayan malam. Maklum, musim panas kan tidak cepat gelap. Jadinya, membuka toko sampai jam 6 sore pun masih seperti di jam 3 sore. Kami sendiri mulai berkendara keluar Nashville menuju Bloomington kira-kira jam 3 sore ... Kesibukan kota Nashville nampaknya tidak berkurang melainkan bertambah. Gimana kesanku atas kunjungan ke Nashville hari ini? Sudah pasti menyenangkan hehehe ....
Subscribe to:
Posts (Atom)