Hari Kamis, tanggal 22 November adalah hari Thanksgiving. Hari raya Thanksgiving termasuk salah satu hara raya besar yang dirayakan di US. Untuk itu, liburan panjang pun diberikan dalam rangka hari raya ini. Kantor membe
rikan hari libur sejak hari Kamisnya, sementara sekolahku sudah libur sejak hari Rabu (sehari sebelumnya). Karena liburan panjang ini, banyak yang kemudian melakukan perjalanan liburan atau mudik ke rumah/state masing-masing. Karena ditinggal penghuninya, daerah sekitar kampus IU pun menjadi sepi. Parking lot di depan apartment nampak kosong karena kendaraan yang biasanya parkir berjajar di situ dibawa pulang atau liburan pemiliknya. Demikian juga suasana di apartment pung lumayan
sepi, mengingat banyak penghuninya yang tidak tinggal disitu. Na ... Di Kamis siang, papa dan mama kemudian mengajak aku berjalan-jalan mengelilingi kampus. Kata papa dan mama, mumpung lingkungan kampus lumayan sepi, sebaiknya kami bertiga menikmati suasana yang cerah hari ini dengan keluar rumah. Ya ... Tidak seperti tahun 2010 dan tahun 2011 saat perayaan Thanksgiving berlangsung. 2 tahun lalu cuaca lumayan dingin. Jadinya, kami hanya keluar rumah untuk menghadiri acara thnaksgi
ving dinner. Tahun ini, kami tidak merayakan thanksgiving tepat di hari Kamis. Kami ada acara thanksgiving dinner di hari Jum't sore dan Sabtu sore. Karena tidak acara khusus hari ini, kami memutuskan jalan-jalan. Setelah beberapa hari sebelumnya suhu lumayan dingin, hari ini suhu kembali menghangat. Makanya, saat jalan-jalan, aku hanya mengenakan celana pendek dan tidak membawa jaket. Sementara itu, papa dan mama mengenakan light jaket. Tak lupa papa membawa kamera dan bersiap me
ngambil beberapa gambar yang selama ini belum sempat kami abadikan. Rute di mulai dari parking lot dan menuju 17th street. Kami terus berjalan menyusuri 17th st sampai melewati stadium. Kami tentunya menyempatkan beberapa kali ambil gambar. Kami juga mencermati bahwa jalan raya yang kami lalui lumayan lengang. Hanya ada 1 atau 2 mobil saja yang kami jumpai. Ada 1 atau 2 orang yang berolahraga seperti berlari atau bersepeda. Selebihnya, kami berjalan-jalan dengan ditemani suasana yang sepi hehehe ... Nampak rumah-rumah yang kami lalui sepi ditinggalk
an penghuninya. Toko-toko dan restoran pun banyak yang tutup. Hmm ... Beneran sepi nih disini hehehe ... Kami kemudian menuju Indiana street (belok ke arah kiri dari 17th street). Kami kemudian menyusuri jalan ini sampai menuju 10th street (perempatan dekat Yogi's Grill and Bar). Kami berjalan lurus dan melewati Mather's Museum. Sebentar kami ambil gambar. Sesudah itu kami berjalan lagi sampai menuju Sample Gate. Kami kembali berhenti dan ambil gambar. Kami sempatkan melihat downtown Bloomington yang lengang. Kami kemudian melanjutkan perjalanan sampai di jalan ketiga (3rd street) dekat Maurer School of Law dan berjalan menyusuri 3rd street. O ya ... Ada yang terlupa ... Sambil berjalan, kami juga memunguti uang yang kami temukan di jalan. Kegiatan ini lumayan menyenangk
an hehehe ... Memangnya ada banyak receh yang jatuh? Gak juga sih ... Hanya saja, kami tetap menemukan ada recehan tercecer di beberapa jalan yang kami lalui. Pastinya, mama yang menemukan semua receh hari itu hahaha ... Mama yang memunfut receh, kemudian menyerahkannya pada papa. Sebuah kerjasama yang unik hahaha ... Sampai kemudian kami sampai di sebuah tempat makan yang lumayan dikenal di kota ini. Tempat makan ini dipilih sebagai salah satu tempat makan penyaji pizza terbaik selama lebih dari 5 tahun berturut-turut. Apakah nama tempat ini. Mother Bear's Pizza. Kenapa kami kesini? Apakah tempat makan ini buka? Mau tahu? Baca ceritaku berikutnya ya? Hehehe ......
Showing posts with label Various. Show all posts
Showing posts with label Various. Show all posts
Thursday, November 22, 2012
Saturday, September 8, 2012
KIRIMAN DARI JOGJA
Senangnya kami mendapat kiriman dari Jogja ... Ya ... Atas kebaikan tante Fitri yang berkenan dititipi keluarga Jogja, kami pun bisa menikmati abon dan gudeg yang praktis 2 tahun ini belum sempat kami santap. Kok kami bisa mendapatkan kiriman ini? Ceritanya begini, menjlang lebaran kemarin, tante Fitri ka
n pulang ke tanah air. Na ... Mama meminta tolong tante Fitri untuk membawakan tititpan kami dari sini untuk grup Jogja. Tante berkenan dititpi. Saat mama bertanya, apa mungkin tante Fitri bisa membawakan kiriman dari Jogja kemari, tante Fitri mengatakan bisa saja. Mama pun mengucapkan terima kasih dan mama segera berkirim kabar ke Jogja untuk dicarikan abon dan gudeg. Kenapa gudeg? Karena mama pernah melihat gambar gudeg kaleng made in Jogja yang biasa dibawa kemana-mana ... Saat
mama melihat-lihat website penyedia gudeg ini, rupanya produk gudeg milik "Bu Tjitro" yang tersedia dikemas dalam bentuk lain. Ya ... Selama ini kita tahu bahwa gudeg merupakan salah satu makanan khas Jogja. Makanan yang berbahan dasar gori (nangka) ini diolah dengan menggunakan santan dan gula Jawa. Tentunya ada beberapa bumbu dasar yang dipakai saat memasak gudeg ini. Gudeg sendiri memiliki 2 varian, yakni gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg basah bercirikan gudeg yang dis
ajikan memiliki kuah (disebut areh) yang dituangkan di atas gudeg berikut perlengkapannya. Sementara itu, gudeg kering biasanya berupa gudeg dan perlengkapannya dan tidak dilengkapi kuah. Sebentar dulu ... Memangnya apa saja sih perlngkapan gudeg? Ada telor, ada ayam, ada krecek, ada cabai segar dan seterusnya ... Hmmm ... Nampak mengundang selera kan? Hehehe ... Makanya, kami beneran kangen dengan makanan ini ... Untuk bisa mendapatkan gudeg di Jogja, tersedia banyak sekali pilihan gudeg ya
ng bisa kita pilih. Sentra gudeg di Plengkung Gading atau Barek Jalan Kaliurang merupakan 2 tempat membeli gudeg dengan model warung makan. Sementara itu, di Malioboro (salah satu ikon kota Jogjakarta) dan Jl. Solo (pusat perbelanjaan) gudeg dengan mudah bisa ditemui di depan toko, tepatnya setelah pusat pertokoan di komplek tersebut tutup (jam 9 malam). Setiap malam, para penjual gudeg menata dagangannya dan melayani pembeli sampai pagi atau sampai dagangan habis. Untuk pagi hari dan si
ang hari, gudeg dengan mudah juga bisa dijumpai di berbagai tempat ramai, seperti di pasar, di dekat kompleks perumahan, di dekat sekolah dan sebagainya. Yang membuatku heran, sekalipun gudeg ini dengan mudah ditemui dimana saja alias banyak penjualnya, kayaknya kok gak ada yang tutup warungnya karena gak ada pembeli hehehe ... Artinya, pembeli gudeg memang selalu ada, temasuk kami ini ... Makanya, saat kami mendapat kiriman gudeg made in salah satu tempat makan di Jogjakarta, kami jelas happy. Kiriman lainnya adalah abon atau daging sapi yang dikeringkan. 2 plastik besar abon (ukuran 2 kg alias masing-masing 1 kg) dikirimkan dari Jogja untuk kami. Kami juga sudah pasti seneng banget hehehe ... Nampak kan dalam gambar plastik berisi abon yang kupegang? Pastinya kami hepi beneran dengan kiriman makanan khas tanah air ini. Kami akan berpesta sepuasnya hehehe ... Yang jelas, kami gak lupa mengucapkan terima kasih kepada tante Fitri atas kebaikannya ... Terbayang repotnya tante Fitri saat membawakan paket ini dari tanah air menuju B-town ... Makasih banyak tante Fitri ...
Saturday, September 1, 2012
TELOR ASIN
Dah lumayan lama kami gak melihat telor asin. Saat mama berbelanja ke salah satu toko yang menjual aneka keperluan orang Asia, mama melihat satu wadah telor asin yang d
ijual di toko ini. Di bagian depan wadah tertulis COOKED SALTED DUCK EGGS. Hmmm ... Jadi penasaran seperti apa telor asin made in China ini hehehe ... Saat wadah dibuka, ada 6 butir telor asin yang terbungkus dalam plastik. Setiap telor asin dimasukkan dalam plastik dan di-seal dengan sangat rapat. O ya ... Dibagian depan wadah ini juga tertulis kapan tanggal expired telor asin ini. Yang dibeli mama, tanggal expired-nya sampai tahun depan, bulan Januari. Jadi masih amanlah kami konsumsi. Setelah satu bungkus telor asin diambil mama, segera mama buka bungkusnya.
Lumayan besar juga telor bebek yang dijadikan telor asin ini. Dan saat mama mengiris telor asin ini, nampak bahwa telor asin ini mirip dengan yang biasanya kita lihat. Bagaimana rasanya? Kata mama asin banget. Hahaha ... Apakah aku mencobanya? Nggak ... Papa hanya mencoba sedikit juga ... Ya, satu telor asin yang kami buka kami dinikmati papa dan mama beramai-ramai hehehe ... Kata mama, rasanya gak jauh beda dengan telor asin yang biasa dinikmati di tanah air. Hany
a saja, karena dah lama gak makan telor asin, rasa asinnya mungkin terlalu kuat di lidah papa dan mama. Maklum, dah hampir 2 tahun gak menikmati telor asin, jadinya lidah sedikit kaget hehehe ... Berapa harga untuk 6 telor asin ini? Harga 1 paket (yang berisi 6 butir telor asin) adalah 2,99 dolar. Anggap saja 3 dolar. Kalo 1 dolar sama dengan 10 ribu, 1 butir telor asin harganya 5 ribuan-lah ... Telor asin di rumah biasanya berharga 1500 sampai 2000 rupiah per buti
rnya, jadinya wajar saja kalo harga disini menjadi 2 kalinya. Yang kuheran, kenapa telor asin ini terbuat dari telor bebek ya, kok bukan dari telor ayam. Barangkali memang karena kandungan telor bebek lebih memungkinkan untuk bisa diasinkan dan menjadi bahan dasar telor asin. Untuk proses pembuatannya, diperlukan waktu yang tidak pendek. Kata mama, dulu waktu mama masih SD, ada salah satu prakarya dengan tema pembuatan telor asin
. Caranya gimana? Telor bebek mentah dibersihkan. Siapkan pembungkus telor bebek mentah berupa abu gosok, tanah liat dan garam. Tanah liat dan garam dicampur sampai lumayan padat (tentunya dengan ditambah air) dan digunakan untuk membungkus telor asin. Sesudahnya gulingkan telor di atas abu gosok. Telor bebek berbalut tanah liat, garam dan abu gosok dimasukkan dalam wadah bertutup (ember misalnya) dan diamkan dalam waktu 1 bulan. Sesudah satu bulan, buka bungkus telor bebek dan rebus telor bebek tadi. Sesudah matang dinginkan dulu baru kemudian siap santap. Lumayan lama juga kan proses pembuatannya? Yang jelas, hari ini kami dah bisa menyantap telor asin disini hehehe ... Lumayan, untuk mengobati rasa kangen ...
Sunday, July 15, 2012
BERSAMA KELUARGA OM YASIR
Minggu, 15 Juli 2012, jam 1 siang papa ditelepon temannya. Namanya om Yasir. Kata om yasir, kami diundang ke rumahnya untuk mencicipi makanan buatan istrinya, yaitu tante Zaenab. Awalnya papa belum bisa memutuska
n, karena om Yassir mengundang kami jam 3 sore. Kan jam 4 sorenya papa kerja. Jadinya papa belum menjawab OK. Saat papa menawarkan hari lain, om Yassir mengatakan Selasa bisa nggak. Papa menjawab gak bisa karena ada kegiatan lain. Ketika papa menanyakan hari Kamis OK gak, om Yassir mengatakan jadwalnya dah penuh untuk hari itu. Ya sudah, akhirnya mama mengatakan pada papa untuk berusaha berangkat ke rumah om Yassir bersamaku hari ini juga. Mama gak akan ikut dan akan siap ke kantor jam 4 sore. Papa kemudian mengajakku bera
ngkat ke rumah om Yassir. Papa dan aku berangkat jam 3 kurang 5 menit. kan rumah om yassir gak jauh tuh, jadinya kami hanya perlu waktu 5 menit saja untuk sampai kesitu. Memangnya rumah om Yassir dimana? Di Campus View hehehe ... Dimana itu? Di dekat rumah-lah ... O ya ... Tentunya kami gak hanya bertangan kosong saja saat ke rumah om Yassir. Kami membawa sesuatu untuk om Yassir. Apakah itu? Lonpia isi tuna yang dipotong mama menjadi separuh dan diberi sambal botol sebagai pelengkapnya. Hmm ... Lumayan enak k
ok rasanya ... Itu menurutku lho hehehe ... Sampai di rumah om Yassir, kami bertemu dengan keluarga om Yassir lengkap. Ada tante Zaenab dan anaknya juga ... Aku dan papa kemudian dipersilahkan mencicipi hidangan yang mereka persiapkan. Yang kusukai adalah dessert buatan tante Zaenab berupa pudding (tapi kok cair ya?) yang di dalamnya ada buah persimmon. Beneran yang ini enak. Aku habis 2 mangkok hahaha ... Kami ngobrol-ngobrol sebentar dan berpose bersama. Untuk mama, ada titipan dari om Yaasir dan tante Zaenab berupa satu wadah kecil berisi makanan favoritku ini hehehe ... Kira-kira jam 3.45 aku dan papa pamitan. Memang sebentar saja kami maen ke rumah om Yassir ... Pastinya, aku kenyang hahaha ...
Subscribe to:
Posts (Atom)