Minggu siang, 20 Oktober 2012, kami bertiga berjalan-jalan di sekitar rumah. Udara memang cukup dingin, namun
matahari bersinar lumayan cerah. Kami bertiga berniat ambil gambar di beberapa tempat di sekitar tempat kami tinggal (Redbud dan Evermann). Kata papa dan mama, tahun ini fall atau musim gugur benar-benar indah ... Daun-daun yang berwarna-warni lumayan lama bertahan di pohon sebelum semuanya terbang terbawa angin. Tidak seperti tahun lalu dimana musim gugur rasanya tidak sempat kami nikmati. Aku ingat, tahun lalu tidak banyak turun hujan, sehingga sehingga mu
sim dingin rasanya kering. Selain tidak banyak hujan, angin kencang lumayan sering bertiup sehingga daun-daun yang bahkan belum sempat berubah warna berguguran. Tahun ini kami rasakan hujan lumayan banyak. Jadinya, daun-daun tumbuh dan bertahan di dahan (pohon). Anginpun gak banyak datang, sehingga daun-daun tetap berada di pohon sampai mereka berubah warna dari hijau menjadi kuning/merah/oranye kemudian mengering baru kemud
ian rontok/gugur. Saat-saat sebelum daun rontok inilah yang kami manfaatkan. Kami ambil gambar sebanyak-banyaknya mengingat masa puncak fall (fall peak) hanya berlangsung sekitar 2 minggu. Selama 2 minggu ini kita akan dimanjakan dengan indahnya daun-daun yang berwarna-warni yang ada di sepanjang jalan, di state forest, di kampus dan dimana saja ... Beneran indah sekali ... Apalagi tahun ini kami beruntung melihat daun-daun ini beru
bah warna bersama-sama alias tidak hanya bagian per bagian. Maksudnya? Tahun lalu saat fall tiba, kami masuk beberapa state park untuk menikmati daun-daun yang beruabh warna. Apa yang terjadi? Di saat kami datang di suatu waktu, daun-daun masih hijau alias belum berubah warna. Saat kami datang seminggu kemudian, daun-daun sudah rontok. Kenapa begitu? Seperti yang tadi kusebutkan di awal, karena tidak ada hujan dan banyak angin. Akibatnya daun-
daun keburu rontok. Na ... Tahun ini sungguh seperti tahun 2010 saat kami datang kemari. Daun-daun menjadi background foto yang indah. Karena gak setiap fall bisa seindah ini, kami pun ambil gambar dimana-mana. Selain masuk kampus, kami juga berjalan-jalan ke festival covered bridge, kami juga ambil gambar di jalan-jalan yang kami lalui, termasuk juga melihat keriuhan homecoming football game yang bertepatan dengan fall yang indah ini. Gak kami lupakan pas
tinya ambil gambar di sekitar rumah. kebetulan ada hutan kecil di dekat Redbud dan juga ada banyak tanaman indah di dekat Evermann. Jadilah kami berburu lokasi di sekitar tempat ini. Gak perlu lama-lama ambil gambar, karena udara lumayan dingin. Sekalipun kami dah pake jaket, tetep saja udara terasa dingin hehehe ... Kami bebas saja berpose di dekat pepohonan karena memang daun-daun di pohon inilah yang kami perlukan. Tampak kan dalam gambar, aneka warna
daun yang menjadi latar belakang gambar yang kami ambil? Tak lupa kami juga berpose melompat agar gambar kami sedikit lain daripada yang lain. Jangan salah, pose melompat ini gak mudah hehehe ... Berkali-kali kami melompat demi gambar gambar yang OK, berkali-kali pula hasilya gak optimal. Kalau kami gak kecepatan melompat, kami terlalu lambat dalam melompat. Akibatnya, kami seperti atlet yang sedang melakukan pemanasan karena berkali-kali melompat hahaha ... Setelah acara ambil gambar selesai, segera kami pulang ke rumah. Maklum ... Udara tetap saja dingin sekalipun matahari semakin terik hehehe ...
Sunday, October 21, 2012
Thursday, October 18, 2012
FALL STRING CONCERT
Rabu, 17 Oktober 2012, aku bersama papa dan mama datang ke sekolahku di SMP Tri-North. Sesuai dengan jadwal, hari ini kami akan men
gadakan kosner untuk peserta kelas string di sekolah. Sejaka aku masuk kelas string bulan Agustus lalu, inilah konser pertama yang diadakan di sekolah. Konser ini dimaksudkan untuk menampilkan apa yang kami pelajari selama ini. Undangan untuk acara ini dimulai jam 7 malam. Namun, kami diminta datang 30 menit sebelumnya untuk persiapan menyetel instrumen. Makanya, jam 6.15 kami sudah berangkat dari rumah. Sesampainya di sekolah,
papa dan mama langsung menuju auditorium, sementara kami para siswa berkumpul di kelas (kelas ini digunakan setiap hari untuk mereka yang mengikuti kelas string instrumen). Kira-kira jam 7, acara dimulai. Kami para siswa diminta memasuki auditorium dengan berbaris. Setelah kami semua duduk, Miss Gouker (guru kami) segera membuka acara dan mempersilahkan semua yang hadir untuk menikmati penampilan kami. Kata Miss Gouker, kam
i sudah belajar sejak Agustus lalu. Kini saatnya untuk menampilkan apa yang sudah kami pelajari. Miss Gouker berharap agar penampilan kami berkenan. Setelah pengantar selesai, Miss Gouker mempersilahkan kelas violin pemula (beginner) untuk maju de panggung. Hanya ada sedikit siswa kelas pemula yang tampil malam iti dibandingkan kelas lanjutan. Apakah aku pernah ada di kelas pemula? Pernah ... Waktu aku be
lajar string pertama kali yaitu di kelas 5. Kini, setelah 2 tahun belajar string, aku sudah pindah ke kelas advance (otomatis). Malam ini, teman-teman dari kelas beginner membawakan 5 komposisi dengan judul: (1) Twinkle, Twinkle Little Star - Mozart (2) Lift Set Game - Frost (3) Two of Us (Duet) - Anderson (4) Scotland's Burning (Round) - English Round (5) Concert Song - Frost. Kelima lagu ini juga dimainkan dengan iringan pia
no selain dengan alat musik gesek. Setelah semua komposisi dibawakan, mereka turun dari panggung dan kami (advanced class) bersiap menuju panggung. Setelah Miss Gouker mempersilahkan kami naik, dengan tertib kami naik ke panggung dan duduk di kursi kami masing-masing dengan tertib. Kulihat papa dan mamaku ada di deretan lumayan depan hehehe ... Miss Gouker menjelaskan sebentar sebelum kami memulai memainkan lagu-lagu yang kami pelajari, bahwa keluarga
dan sekolah adalah suporter terbesar untuk string instrument class ini. Dengan meluangkan waktu untuk hadir dan menyaksikan kami tampil, artinya semua yang datang mendukung kami. Ada 8 lagu yang akan kami mainkan malam ini: (1) Majestic Martch - Frost (2) Two by Two - Hubbell (3) Peanut Butter and Celli - Compello (4) Stone Mountain Stomp - Strommen (5) Canyon Sunset - Caponegro (6) Downtown Su
ite for Strings - Pinner (7) Classic Bits and Pieces - arr Story (8) Creepy Classics - Phillippe. Lagu Creepy Classics adalah lagu favoritku hehehe ... Kata Miss Gouker, lagu ini perlu ditampilkan karena bulan ini ada perayaan Haloween yang biasanya berhubungan dengan sesuatu yang seram hehehe ... Kami senang bisa membawakan ke-8 komposisi ini dengan lancar. O ya ... Awalnya kan aku duduk di tengah belak
ang. Papa dan mama gak mudah ambil gambarku. Namun setelah 4 komposisi usai dimainkan, aku pindah duduk di kiri depan. Kenapa begitu? karena kami semua memang harus menguasai memainkan suara satu dan dua untuk berbagai lagu tadi. Kalau pas membawakan suara satu kami duduk di depan, kalau pas membawakan suara dua kami duduk di tengah. Adil kan? Semua kebagian memainkan suara yang berbeda dan semua kebagian duduk di tengah dan depan. Sete
lah ke-8 lagu kami bawakan, kami segera kembali ke tempat duduk. Tepat jam 8.30 konser selesai. Kami para siswa berbaris menuju kelas (untuk mengembalikan alat musik) dan para orangtua keluar auditorium untuk menunggu kami. Temanku Seth yang tinggal di Tulip Tree ikutan pulang bersama kami. Malam semakin dingin. Sesuai dengan namanya Fall String Concert, acara konser malam ini memang diadakan di malam yang dingin hehehe ... Sudah pasti aku senang dan mendapat pengalaman baru dengan ikut konser kali ini. Kuanggap ini sebagai konser pertama di saat aku SMP hehehe ... Kalau menghitung konser seblumnya, konser ini adalah konser kelima atau keenam yang kuikuti hehehe ...
Tuesday, October 16, 2012
COVERED BRIDGE FESTIVAL - VIDEO
Inilah lokasi covered bridge festival lain yang juga kami datangi tetapi sepintasan saja. Maksudnya? Kami hanya melihat tempat ini dari atas kendaraan alias kami gak turun dan jalan-jalan disini hehehe .... Masih dari lokasi Covered Bridge Festival yang ada di Rockville IN di hari Minggu, 14 Oktober 2012.
COVERED BRIDGE FESTIVAL - OCT 2012
Minggu, 14 Oktober 2012, kami bertiga berjalan-jalan bersama tante Fitri dan temannya (Ros) ke sebuah festival tahunan (covered bridge festival) yang ada di Rockville Indiana. Kalau ditanya berapa jaraknya dari rumah, kurang lebih 90 menitlah jawabnya. Gak jau
h-jauh banget kan? Ya ... Tante Fitri yang memberi tahu kami dan memberikan link adanya acara ini. Menurut tante Fitri, acara ini adalah acara tahunan yang biasanya memang digelar di musim gugur dan penyelenggaraannya pun di tempat yang sama, yaitu di Rockville Indiana. Kenapa disitu? Karena lokasi festival memang tidak jauh dari apa yang disebut covered bridge (jembatan tertutup). Maksudnya apa nih? Ceritanya nanti dulu ya, setelah acara cerita perj
alanan dari rumah menuju lokasi selesai hehehe ... Tante Fitri dan kami janjian ketemu di salah satu tempat di jam 8.30 pagi. Namun, tante Fitri kemudian memberi tahu kalau tante Fitri akan menjemput kami di rumah. Jadinya, kami menunggu di rumah saja. Kami memang nunut/nebeng tante Fitri, mengingat kalau membawa 2 kendaraan rasanya kok kurang efisien. Jadilah tante Fitri yang kemudian membawa kendaraan dan kami ikut menumpang. Kami kemudian menjemput Ros
di Elletsville dan selanjutnya memulai perjalanan menuju acara covered bridge festival ini. Perjalanan yang ditempuh adalah dengan rute melalui Elletsville, Spencer dan kemudian menuju kota Terra Houte. Terra Houte adalah sebuah area di state Indiana yang lumayan besar juga sebenarnya, hanya saja kami belum pernah kesitu dan belum bisa membayangkan seperti apa Terra Houte itu. Kata papa, Terra Houte berarti tanah tinggi. Kenapa disebut begitu? Bisa jadi karena area ini mema
ng lebih tinggi dari Bloomington tempat kami tinggal atau Indianapolis ibu kota negara bagian Indiana. Kalau mau tahu jawaban pastinya sih musti buka kamus hehehe ... Kami senang dengan rute yang kami lalui, karena pemandangan di sepanjang jalan memang sedang indah. Musim gugur lagi yang menjadi alasannya hehehe ... Ya ... Karena kami masih melihat aneka warna daun di pepohonan yang gak bosan-bosannya kami amati. Lalu lintas kebetulan tidak ramai sekali dan kami memang tidak terus-
menerus melewati highway. Makanya kami bisa melihat pepohonan ini dari dekat. Kami juga tidak tergesa-gesa di perjalanan, karena kami berangkat lumayan pagi. Santai dan nikmati saja perjalanan ini. Bagaimana dengan cuaca? Cuaca pagi ini diramalkan akan hujan ... Namun kami tetap berharap cuaca sedikit bersahabat saat kami sampai di lokasi atau bahkan dalam perjalanan pulang pergi. Dan nampaknya harapan kami dikabulkan hehehe ... Kata tante Fitri dan Ros, hampir setiap tahu
n mereka berdua datang ke acara ini. Acara ini sendiri memang hanya berlangsung dalam waktu kurang lebih 10 hari. Dan seperti kusebutkan di depan, acara ini selalu diadakan di saat fall atau musim gugur. Mau panas atau pun dingin (alias dalam cuaca apa pun) festival ini pasti akan selalu ada. Ya ... Tradisi di covered bridge festival nampaknya akan tetap diadakan selama cuaca mendukung (tidak membahayakan pengunjang dan peserta acara tentunya). Karenanya, kami sangat senang
bisa berkunjung kemari dan melihat salah satu tradisi yang nampaknya menjadi salah satu acara wajib bagi warga US. Sebelum kami sampai di lokasi, kami melewati sebuah kompleks pemukiman yang nampaknya juga bersiap menyambut acara ini. Apa yang mereka persiapkan? Deretan meja berisi aneka barang yang diletakkan entah di depan rumah, entah di depan garasi, entah di kebun atau halaman, entah di tanah lapang dan di berbagai tempat lainnya. Apa yang mereka lalukan? Mereka
menggelas garage sale. Apa itu garage sale? Menjual aneka barang yang sudah tidak mereka perlukan tentunya dengan harga miring. Aneka barang tadi umunya adalah barang sudah pernah dipakai. Tapi jangan salah ... Bukan barang jelek yang mereka jual. Barang-barang yang masih layak pakai-lah yang mereka tawarkan. tanpa perlu membayar pajak, kita bisa berbagai keperluan yang bisa jadi tidak kita temukan di toko tetapi bisa ditemukan disini. Menarik bukan? Hampir semua rumah di pinggir j
alan membuka atau memasang garage sale tag. Siapa pun yang melewati jalan ini dan ingin melihat atau membeli bisa langsung menghentikan kendaraannya. Kami tidak melakukan itu sekarang. Kata tante Fitri dan Ros, mereka akan melakukannya nanti, setelah kita pulang dari melihat covered bridge festival. O ya ... Kata tante Fitri juga, di area Rockville ini, acara covered bridge festival tidak hanya ada di satu tempat melainkan ada di lebih dari 20 temp
at. Kita rencananya mengunjungi 2 tempat hari ini. Yang pertama adalah yang selalu didatangi tante Fitri dan Ros yaitu di Muncie, sedangkan tempat keduanya masih akan diputuskan nanti. Ketika kami kemudian melihat plang berisi petunjuk tempat yang akan didatangi, tante Fitri segera membelokkan kendaraan ke situ. Kami lewati ladang yang luas sebelum akhirnya kami sampai di tempat yang dituju. Sebuah lapangan yang sangat luas yang berbatasan dengan country road da
n hutan ... Terlihat banyak sekali kendaraan diparkir di salah satu areal pertanian atau perkebunan yang sengaja dijadilan parking lot. Lalu di depannya nampak deretan tenda putih yang juga beredert-deret menempati areal pertanian lainnya. Kata tante Fitri dan Ros, tahun lalu saat mereka berkunjung ada lebih banyak lagi kendaraan diparkir di sini. Tahun ini nampaknya agak sedikit berbeda. Mungkin karena masih pagi (sekitar jam 11-an saat kami sampai), atau mungkin karena hari
ini hari Minggu (mereka biasanya pergi di hari Sabtu) atau mungkin juga karena ramalan cuaca mengatakan akan ada hujan di area ini seharian ini membuat pengunjung tidak memutuskan datang sekarang. Entahlah ... Pastinya kami perlu bayar 3 dolar untuk ongkos parkir dan kendaraan tante Fitri pun masih mendapat spot parkir yang lumayan dekat dengan lokasi acara berlangsung. Setelah kami semua turun kendaraan dan berjalan menuju area festival, tante Fitri dan Ros mengajak kami memasuki areal depan. Rupanya tenda-tenda tadi milik para vendor yang berpartisipasi di acara ini. Ada banyak sekali vendor yang menjajakan aneka produk mereka. Gak hanya berupa aneka jenis makanan (yang biasa kita temui maupun yang jarang kita lihat atau bah
kan baru sekali ini kita ketahui) maupun aneka jenis produk dan jasa yang dengan mudah kita bisa lihat disini. Ada apa saja kira-kira ya? Na ... Kami juga penasaran dengan apa yang ada disini. Makanya, kami perlu melihat dengan cermat hehehe ... Lalu, bagaimana dengan cerita mengenai covered bridge festival ini? Na ... Setelah kami memasuki area festival, tante Fitri dan Ros memberi tahu kami adanya jembatan tertutup yang menjadi ikon acara festiva ini. Jembatan ini nampak d
ari tempat kami berdiri. Kami lihat jambatan ini seperti rumah panjang yang membuka pintunya lebar (tidak memasang pintu depan). Jembatan ini juga didirikan di atas kali. Air kali juga nampak masih mengalir. Bahkan kami lihat ada kincir air di salah satu tempat. Gak terlalu besar sih, tetapi lumayan juga ukurannya ... O ya ... Tante Fitri mengatakan warna jembatan ini biasanya merah. Dan kami memang melihat jembatan ini memang berwarna merah. Saat kami kemudian melihat dar
i dekat, jembatan ini nampak gelap di dalamnya. Maklum, semua dinding jembatan kan tertup, termasuk juga atapnya juga dibuat rapat. Jadinya jembatan ini gelap di dalamnya. ada jendela sih di dinding jembatan ini, hanya saja jendelanya kecil. Jadi, sinar matahari tidak banyak masuk ke dalam jembatan sebagai penerangan. Kami lihat pengunjung banyak juga yang lalu lalang di dalam jembatan ini. Maklum, lokasi vendor memang tersebar di areal sebelum dan setelah jembatan. Kata
tante Fitri juga, kenapa acara ini disebut sebagai Covered Bridge Festival, itu karena lokasi yang dipilih memang dekat dengan covered bridge ini. Masih menurut tante Fitri, di Rockville IN ini ada puluhan cover bridge yang bisa kita temukan, namun tidak semuanya dipakai sebagai lokasi festival. Dan tidak semua lokasi yang dipakai festival, memiliki areal sebesar dan seramai yang kami kunjungi. Karena tante Fitri dah tahu, dipilihlah lokasi di Muncie ini. Kami kemudian memutuska
n untuk berpisah (membagi diri dalam 2 kelompok) agar nyaman semuanya. Kelompok kami bertiga (aku, papa dan mama) dan kelompok tante Fitri dan Ros. Kami janjian untuk ketemu lagi di jam 1.30 di depan salah satu vendor yang menawarkan aneka produk makanan made in Amish community. Kami punya waktu 2 jam lebih untuk jalan-jalan dan menikmati suasana. Kami pun segera berpisah. Aku, papa dan mama melihat-lihat ada apa saja di festival ini. kata papa, ra
sanya acara ini gak beda jauh dengan pasar malam atau sekaten yang biasa kita lihat di tanah air. Ada berbagai macam makanan lokal atau khas yang ditawarkan disini, utamanya yang berbahan dasar jagung, kentang, gandum dan sejenisnya. Bukan franchise yang sudah kita kenal yang kita temui disini, melainkan aneka warung mirik perorangan-lah yang akan kita temui. Berderet warung makan ini menjajakan aneka olahan berbahan dasar hasil pertanian khas negara ini. Jangan salah, sekalipun
skalanya kecil apa yang mereka sajikan atau jual sudah pasti sesuai dengan standar yang harus dipenuhi. Kebersihan dan keamanan bahan pangan sudah pasti mereka jadikan prioritas. Dan seperti yang nampak dalam gambar, aneka produk pangan tadi dijajakan dengan harga hampir sama, ada dalam kemasan yang bagus dan rapi serta lumayan enak. Kok kami tahu? Karena kami mencoba membeli beberapa jenis makanan seperti corn dog (sosis untuk hotdog yang dibungkus dalam r
oti berbahan tepung jagung), lalu juga chips keriting yang berbahan kentang dan juga sate daging (vendornya dari Philipina) dan gak ketinggalan pop corn. Rata-rata harganya 3-5 dolaran. Untuk minum kami beli es teh dan juga lemonade dingin. kalau mau cari hotdog, burger, tortila, jagung bakar, kentang goreng aneka bentuk, dumpling, cotton candy, cookies dan seterusnya, tinggal pilih saja. Minuman hangat dan dingin juga komplit. Es teh, lemonade, air soda, air putih, es krim, apple c
ider bahkan bir lokal juga tersedia. Silahkan pilih. Untuk tempat menyantap makan siang, bisa tetap dinikmati sambil jalan, bisa memilih di salah satu picnic table yang berlokasi di dekat kali (yang di atasnya didirikan covered bridge) maupun di food court yang didirikan pengelola. Terserah mau memilih dimana. Bagi yang perlu berbelanja, silahkan masuki aneka tenda yang ada di situ. Apa saja yang mau dicari nampaknya bisa ditemukan disini. Semua keperluan rumah t
angga, mulai dari keperluan dapur (peralatan memasak, aneka bumbu, taplak meja, dst), keperluan ruang tidur (kasur, sheet, blanket, pillow dan sterusnya), keperluan mandi (keramik, tub, towel, shower curtain, sabun, dst), keperluan berkebun, keperluan memperbaiki kendaraan, alat-alat pertukangan, aneka asesories, aneka karpet, aneka tas-dompet, aneka pakaian, aneka barang antik, rug/karpet, dan masih banyak lagi. Justru di tempat inilah kita dengan mudah bisa me
nemukan produk asli US seperti aneka produk makanan seperti coklat (termasuk South Bend Chocolate Company juga ada disini), sirup dan barang-barang lainnya seperti keranjang piknik, pisau buatan pande besi US, topi cowboy, perlatan berburu dan sebagainya. Sudah pasti yang ini gak kami perlukan hahaha ... Lalu apa dong yang kami beli? Yang jelas makanan dan juga beberapa alat dapur. Maklum, mama punya alasan untuk beli alat dapur murah disini hehehe ... Kami se
mpat istirahat sebentar di picnic table dekat kali sambil memandang covered bridge-nya. Tentunya sambil menyantap sesuatu hehehe ... Kami bersyukur hari ini cuaca lumayan bersahabat. Sekalipun berangin, kami tetap menikmati suasana di covered bridge festival ini. Tak terasa, jam menunjuk hampir angka 1.30. Kami segera menuju tempat kami janjian (di depan tenda milik vendor dari Amish). Kami lihat tante Fitri dan Ros sedang asyik memilih beberapa item disini, termasuk dendeng. Aku pun kemudian ikutan beli dendeng yang rasanya pedes hehehe ... Setelah semua dibayar, kami segera meninggalkan lokasi ini untuk menuju lokasi berikutnya. Nampaknya, semakin siang semakin banyak yang datang. Untunglah cuaca bersahabat, sehingga acara siang ini berjalan lancar. Malahan kami senang ada sedikit mendung, karena kami gak merasa kepasanan berjalan-jalan di area terbuka ini ...
Monday, October 15, 2012
HOMECOMING FOOTBALL GAME: IU VS OSU (TAILGATE)
Yang ini jelas masih di hari Sabtu, tanggal 13 Oktober 2012. Setelah selesai mengikuti acara di rumah Dr. Pawan, papa dan mama mem
intaku bersiap-siap untuk mengikuti mereka berjalan-jalan di jam 6 sore. Aku masih diperbolehkan menyantap nasi rendang sebelum memluai acara sore hari ini karena kami hanya akan berjalan kaki saja. Memangnya kami mau kemana? Kami merencanakan pergi ke stadium IU. Ngapain kami kesana? Sore ini kebetulan ada acara homecoming fottball game. Apaan tuh? Kampus IU menjadi tuan rumah menyelenggaraan football. E
mangnya yang datang bertandang dari mana? Dari OSU atau Ohio State University. Kenapa acara ini menjadi menarik bagi kami? Football adalah olahraga yang juag favorit di US selain basket tentunya. Universitas biasanya memiliki tim football yang menjadi kebanggaannya. Para pemain football ini sendiri adalah mahasiswa IU yang direkrut sejak mereka masih duduk di bangku SMA. Berbagai universitas sudah pasti berusaha memiliki
tim football terbaik agar bisa masuk 10 besar (big ten). Apabila tim football universitas bisa masuk 10 besar, sudah pasti akan menguntungkan universitas. Kenapa begitu? Karena tim ini akan diiukutkan dalam pertandingan yang diliput media baik cetak ataupun elektronik. Sudah pasti akan ada banyak sponsor yang mendukung tim-tim tersebut dan si pemain sendiri bisa meningkatkan karir dengan menjadi pemain profesional. IU sendiri
termasuk dalam 10 ten. Se-Amerika? Bukan ... Dalam wilayah midwest. Di midwest ini ada beberapa negara bagian yang ada di dalamnya seperti Ohio, Kentucky, Michigan dan yang lainnya. 10 tim yang masuk 10 besar tidak berarti mewakili 10 negara bagian. Bisa jadi dalam 10 besar ada lebih dari 2 tim yang masuk di dalamnya, tentunya dari universitas yang berbeda. Karenanya, saat tim-tim tersebut dijadwalkan bertanding, mereka akan
mengelompokkan tim-tim tersebut untuk berkompetisi dalam satu musim. Musim bertanding tentunya diawali ketika mahasiswa sudah mulai aktif kuliah dan akan diakhiri di bulan tertentu, karena olahraga lain (basket) juga akan segera memulai kompetisi di musim berikutnya. Selama mahasiswa aktif, selian belajar, mereka juga dipersilahkan untuk asyik mengikuti atau menjadi supporter kegiatan olahraga. Na ... Acara di hari Sabtu ini t
ermasuk acara yang sudah dinanti-nantikan banyak orang. Kampus IU Bloomington menjadi sangat sibuk dan ramai, karena banyaknya penonton atau sekedar pendukung acara ini. Seperti yang kuketahui, sebelum acara pertandingan di hari Sabtu berlangsung, ada acara pendahuluan yang disebut sebagai tailgate atau pesta pembuka atau pendahulu. Acara-acara lain selain tailgate adalah temu alumni, parade, IU tour dan seterusnya. Jangan
salah, bukan hanya mahasiswa IU Bloomington saja yang terlibat di acara ini. Penduduk asli Bloomington pun banyak yang berpartisipasi. Demikian juga mahasiswa berbagai perguruan tinggi yang ada di Indiana. Ya ... Acara ini memang menjadi acara penting di kampus IU. Adanya setahun sekali. Karenanya, jadwalnya pun sudah sejak jauh hari dipromosikan. Bukan hanya kampus IU yang promosi, melainkan hotel, resto
ran, pusat perbelanjaan dan sejenisnya bersiap diri. Menjelang homecoming game ini, semua berbenah dan bersiap. Dalam acara temu alumni misalnya, ribuan alumni dari berbagai tempat bisa datang dan bertemu menjelang pertandingan. Banyak dari mereka yang menginap di hotel dan membelanjakan banyak uangnya untuk berbelanja makanan di berbagai retoran dan berbelanja aneka pernik di berbagai merch
ant. Bagi sebagian alumni, acara homecoming game bahkan menjadi agenda wajib tahunan mereka. Terbayang kan betapa pentingnya acara ini? Belum lagi bagi pendukung tim kesayangan mereka. Mereka rela datang sebelum tim tiba di kota tempat acara bertanding. Mereka tidak harus menginap di hotel. Sebagian dari mereka memarkir kendaraan mereka di dekat stadium dan mereka mendirikan tenda di situ dan tidur disitu. Kebiasaan tim pendukung ini
diakomodir oleh pihak tuan rumah dengan menyediakan areal parkir yang memadai, bersih dan nyaman. Tentunya pemilik kendaraan perlu membayar uang parking alias tidak gratis. Toh semua ini demi kenyamanan pemilik kendaraan. Makanya, saat papa, mama dan aku datang ke stadium, kami lihat hampir tidak ada spot kosong di parking lot sebesar itu di stadium. Aneka tenda di dekat kendaraan dipasang dengan rapi dan terlihat indah. Persis sepe
rti berkemah, para pendukung tersebut juga membawa kursi lipat, alas duduk termasuk didalamnya alat untuk memanggang aneka macam makanan ... Ya ... Bau wangi segera tercium dimana-mana karena makanan yang dimasak. Untungnya aku dah makan hehehe ... Sebenarnya, kalau jajan bisa juga ... Di sekitar lokasi parkir kendaraan, terdapat Hoosier Village yang salah satunya adalah lokasi berkumpulnya vendor makanan untuk pengunj
ung yang menginginkan. Selain vendor makanan, di Hoosier Village ini terdapat banyak booth lain yang ikutan meramaikan jalannya acara ini. Misalnya saja aneka merchandise outlet, wahana permainan, stand informasi dan masih banyak lagi. Sudah jelas kampung Hoosiers ini ramai sekali dikunjungi penonton mengingat ada banyak hal menarik yang bisa didapatkan disini. Bagaimana dengan hiburan? Hiburan live music jelas ada ... Gak cuma satu, melainkan banyak dan silahkan dipilih sesuai kegemaran ... Ada musik country, ada musik rock dan ada juga musik pop ... Jadi, saat kita berjalan-jalan, terdengar dengan je
las aneka suara musik. Gak ada tuh yang kayaknya saingan ... Semua menyuguhkan aliran musik mereka dan mempersilahkan penonton memilih sendiri ... O ya ... Hiburan musik ini gratis. Siapa pun yang tertarik menonton, silahkan langsung mendekat di dekat stage. Pertandingan antara IU dan OSU dimulai jam 7 nanti. Kami bertiga berangkat dari rumah jam 6 sore. Jarak dari rumah menuju stadium kira-kira 15 menit. Jadilah kami menikmati sua
sana di sekitar stadium selama 45 menitan. Tailgate ini sendiri sudah berlangsung sejak hari sebelum Sabtu. Puncaknya ya Sabtu siang sampai sore ini. Kumpulan pengunjung yang ada di parking lot betul-betul menikmati suasana pesta menjelang pertandingan. Jangan salah ... Mereka yang mengikuti tailgate party gak melulu supporter IU. Bus-bus atau trailer bertuliskan OSU atau mobil-mobil dengan plate Ohio tampak berdampingan dengan support
er IU. Gak ada cerita berjudul suppoeter rusuh hehehe ... Ya ... Supporter disini umumnya sangat dewasa. Gak ada urusan kita atau kamu dukung mana. Kita masing-masing punya pilihan. Jadi, gak perlu gontok-gontokkan. Menang atau kalah biasa dalam sebuah pertandingan. Jadinya, acara pertandingan pun lebih banyak amannya daripada rusuhnya ... Menyenangkan kan? Kami merasa beruntung bisa datang kesini sore ini. Dari 3 kali musi
m tanding (sejak kami datang ke negara ini), baru kali ini kami bisa melihat dari dekat apa itu tailgate party yang (katanya) terkenal dan jadi tradisi IU. Kenapa kami memilih jalan kaki saja? Selain dekat dari rumah, rute menuju stadiun memang banyak yang dialihkan, sehingga kami tidak mau mengambil resiko dengan repot mencari tempat parkir. Toh dari rumah dekat. Yang lebih penting dari itu adalah bahwa cuaca sore ini san
gatlah bersahabat. Udara tidak terlalu dingin (mengingat beberapa hari ini cuaca beneran terasa dingin) dan matahari lumayan membuat kami hangat (seklaipun tidak berinar sempurna karena tertutup mendung). Papa dan mama memang sudah merencanakan berjalan-jalan ke stadium sejak pagi tadi, tetapi kami batalkan karena mendung dan gerimis yang datang. Untungnya sore ini cuaca berubah indah sehingga kami lumayan puas jalan-jalan. Ngomong-ngomong, kenapa kami gak nonton pertandingannya sekalian? Tiketnya muahal hehehe ... 60 dolar untuk papa dan mama, 5 dolar untukku. Kami memilih menonton dari televisi saja deh, toh acara ini juga disiarkan langsung. Pastinya, kami sudah tahu apa itu tailgate party dalam rangka homecoming game.
Subscribe to:
Posts (Atom)