Kami sedang ingin membuat sesuatu yang gak mengikuti resep. Kami itu siapa? Aku dan mama hehehe ... Karena sedang ingin ber-ekspeimen, aku dan mama memb
uka isi lemari dan melihat apa yang bisa dimasak. Setelah melihat-lihat beberapa bahan, mama dan aku memutuskan memasak cake saja. Bahan dasarnya sudah pasti sama: telor, tepung, gula, butter, baking powder. Bahan lainnya adalah cheese, coklat M&M, es krim dan juga meises. Apakah bahan tambahan atau bahan lainnya ini ikut dimasak? Sebagian ya, sebagian tidak. Maksudnya? Untuk cheese dan coklat M&M, keduanya ikut dimasukkan ke dalam adonan dan dioven. Seme
ntara itu, meises dan es krim ditambahkan ke cake setelah cake-nya mateng. Kalau keduanya dimasukkan dalam adonan, gak lucu kan? Selain mengacau adonan, dah pasti membuat rasanya jadi aneh dan tampilan cake-nya pun kurang OK. Karenany, es krim dan meises ditambhakan setelah kita siap menyantap cake ini. Cake yang dipanggang dalam suhu 350 derajat F selama 30-45 menit ini lumayan OK juga setelah matang. Aku dan mama musti menunggu dulu cake buatan kami sampai dingin, baru
sesudah itu kami bisa menambahkan es krim dan meises. Pastinya, mama dan aku tidak menambahkan banyak gula karena kami tahu akan menambahkan bahan berasa manis ke dalam kue karya kami. Gimana hasil kreasi kami? Lumayan kan? Hehehe ... Soal rasa dah pasti enak ... Masak sih hasil karya sendiri gak dipuji hahaha ... Kira-kira bisa menebak tidak yang mana yang kusantap? Bisa nggak menebak yang mama cake kreasi papa dan mama? Ya betul ... Papa memang menyukai cake ta
npa tambahan apa-apa ... Sementara itu, mama memilih cake dengan tambahan meises. Untukku? Sudah pasti cake dengan es krim hahaha ... Penasaran ingin mencoba? Silahkan mengolah cake dasar (cake yang belum diberi dekorasi. Cake dasar yang sudah jadi, silahkan didekor dengan kreasi sesuai selera. Selamat mencoba bagi yang menginginkan .... Pastinya, berkreasi secara bebas diperbolehkan, asal kita bertanggungjawab untuk menghabiskan apa yang kita masak. Sebagai contoj cake ini. Aku dan mama pastinya juga begitu hehehe ....
Friday, September 21, 2012
Monday, September 17, 2012
KIRIMAN DARI AYESHA DAN ADIBA
Senin sore, saat hujan rintik-rintik, aku diminta mama ke rumah Ayesha dan Adiba. Ya ... Hari Senin sore tanggal 17 September 2012 kemarin hujan memang turun sejak siang hari. Udara lumayan adem, jadinya aku perlu me
makai jaket dan membawa payung sebelum berangkat ke erumah Ayesha dan Adiba. Ngapain aku ke ruamh Ayesha an Adiba? Mama minta tolong aku mengambil wadah makanan berbahan beling (pyrex) yang masih tertinggal di rumah tante Melani (bunda Ayesha dan Adiba) sejak lebaran bulan Agustus kemarin. Aku berjalan kaki dengan santai dari rumah menuju Bicknell 112. Saat aku sampai di rumah Ayesha, aku segera saja masuk sebentar dan menerima pyrex ukuran
sedang yang dimasukkan ke dalam plastic bag, disertai satu kontainer berwarna hijau. Dari rumah aku sebenarnya sudah menyiapkan tas untuk membawa kontainer ini. Kata mama, biar tanganku leluasa memegang payung. Melihat 2 wadah ini, aku memutuskan memasukkan kontainer hijau ke dalam tasku dan memilih menjinjing pyrex dalam plastic bag dengan tangan kiri, sementara tangan kanan memegang payung. Tanpa berlama-lama aku segera saja mengucapkan terima kasih dan pamit pulang. Aku kembali
ke rumah dengan sedikit ngebut, mengingat hujan tambah deras. Sesampai di rumah, segera saja kuletakkan barang-barang tersebut dan wa ... ternyata ada sesuatu di dalam kedua wadah yang kubawa pulang. Apa isi kedua wadah tersebut? Pyrex besar tersebut berisi nasi kuning ... Yay ... Dan kontainer hijau berisi ayam panggang ... Horeeeee ... Aku dan mama dah pasti hepi banget. Sore-sore saat hujan tu
run kami dapat rejeki nomplok. Mama gak ngira sama sekali kalo akan dapat kiriman makanan yang nampak mak nyus ini .... Mama segera saja telpon tante Melani dan mengucapkan terima kasih. Kapan makanan ini kami santap? Kami musti nunggu papa pulang dulu. Takotnya kami sikat habis nasi kuning komplit berikut ayamnya ini tanpa mengingat papa hehehe ... Saat papa pulang (kira-kira 15 menit kami menunggu), segera saja kami bersiap menyantap kiriman Ayesha dan Adiba ini. Gak lupa, papa ambil gambar dulu. Sesudahnya ... Kami habiskan nasi kuning dan ayamnya ini tanpa tersisa hahaha ... Gimana rasanya? Juara abis alias enak sekali .... Thanks to Ayesha dan Adiba ...
Saturday, September 15, 2012
SUNNY PALACE DEKAT KROEGER
Na ... Yang ini sih mama yang punya acara hehehe ... Sabtu sore, mama dan tante Fitri janjian ketemuan dengan mbak Mellisa, mbak Wendelin dan mbak Isabella. Aku dan papa memilih gak ikutan karena yang kumpul cewek semu
a hahaha ... Hari Sabtu sore di tanggal 16 September 2012 ini, mama dan tante Fitri nge'date" dengan mbak-mbak tadi untuk makan malam bersama di sebuah tempat makan. Setelah siangnya makan bersama aku dan papa, sorenya mama janjian makan malam bersama teman-temannya. Kemana nge'date'-nya? Ke sebuah tempat makan yang namanya Sunny Palace yang ada di dekat Kroeger. Aku dan papa sudah pasti sering banget lewat tempat makan ini, hanya saja kami gak tahu kalo tempatnya ternyata lumayan dikenal. Maksudnya sih, kami bertiga (aku, papa dan mama) belu
m kenal tempat ini, sementara teman-teman mama lainnya dah sering kesini hehehe ... Jadilah mama dan tante Fitri setuju saja saat tempat makan ini diusulkan dijadikan destinasi acara makan malam bersama mereka. Mama dan tante Fitri janjian ketemu mbak Mel, mbak Bella n mbak Wen jam 4 sore. Hanya saja, mama dan tante Fitri sedikit terlambat datang ke rumah mbak-mbak tadi karena ada yang musti diberesin dulu. Maksudnya? Tante Fitri kan janjian ketemu mama sebelum jam 4 sore, setelah itu mereka baru akan ke rumah mbak Mellisa sebelum jam 4 juga. Kan rumah mbak M
ellisa ada di belakang Kroeger, jadinya gak sampe 10 menit-lah dari rumah. Ternyata, tante Fitri harus membasmi virus di komputernya dulu sebelum ketemu mama. Acara membasmi virus ini dadakan karena ada yang memakai akun email tante Fitri dan mengirim email kesemua alamat yang ada di buku alamat imel tante Fitri. Jadinya, tante Fitri gak bisa sampe rumahku jam 3.30. Makanya, ketemuan dengan mbak-mbak tadi juga mundur jadinya hehehe ... Sudah jelas mama mengabari mbak Mellisa kalo akan telat datang, biar gak ditunggu-tunggu. Saat mama dan tante Fi
tri sampai rumah mbak Mellisa, segera saja mereka menuju Sunny Palace. Sebuah tempat makan yang menyajikan aneka makanan China. Saat mereka berlima masuk tempat makan ini, hanya ada 1 kursi yang terisi. Yang lainnya kosong. Mungkin karena jam makan malam belum mulai. Seorang petugas bertanya berapa orang yang akan makan. Setelah tahu ada 5 orang yang akan makan malam di tempat makan ini, petugas memilihkan mama dan rombongan satu set meja makan bundar yang ada di tengah-tengah dining room. Kata mama, ada beberapa set meja dan kursi makan di Sunny Palac
e ini. 2 set yang terdiri atas meja bundar dengan 5 kursi ada di tengah, sementara di pinggir-pinggirnya ada beberapa set meja kursi yang berbentuk kubikal. Kata mama, restoran ini lumayan besar. Saat petugas mengangsurkan buku menu, segera saja masing-masing peserta makan malam bersama ini membuka buku. Deretan menu bisa dipilih hehehe ... Semua nampak menggiurkan. Ada yang berbahan ayam, ada yang berbahan daging sapi, ada yang berbahan ikan, ada juga yang berbahan seafood. Aneka sayuran juga ditawarkan. S
emua nampak menggoda selera ... Na ... Mbak Bella, mbak Wen dan mbak Mellisa yang kemudian mengusulkan kepada mama dan tante Fitri apa saja yang enak dicicipi. Nampaknya, mbak-mbak ini dah sering kesini, jadinya mereka tahu apa yang enak hehehe ... Ketika petugas bertanya, apakah mereka rombongan ini dah siap memesan, mereka kompak menjawab belum ... Lalu petugas bertanya minuman apa yang ingin dipesan. Mama menjawab air putih, mbak Mellisa juga memesan air, termasuk juga mbak Wendelin dan mbak Isabella. Tante Fitri mmesan teh p
anas. Sambil menunggu minum diantar ke meja, lagi-lagi buku menu dibaca. Ketika keputusan diambil, mama dan grup memilih memesan barengan saja, sehingga bisa saling berbagi dan mencicipi. Artinya? Masing-masing tidak memesan sendiri, melainkan pesan menu beberapa sekaligus untuk disantap bareng. Mula-mula, menu appetizer. Mbak Wen dan mbak Bella memilih chicken wings, sementara tante Fitri memesan pangsit isi sayur (vegetable dumpling). Kata tante Fitri, menu ini dipesan berdasar review pengunjung yang memberikan cata
tan/masukan/ komentar bahwa vegetable dumpling ini termasuk favorit sebagai makanan pembuka. Saat menu lain dicari, mbak Wendelin dan mbak Bella mengatakan bahwa mereka gak lapar-lapar amat, jadinya mereka ngikut saja apa yang akan dipesan. Mbak Bella usul udang goreng dengan krim dan kacang walnut. Wa ... Nampaknya kok enak banget hehehe ... Mbak Wendelin usul ayam kecap yang lumayan besar porsinya ... Yang ini juga nampak yummy ... Tahu goreng tepung dengan saus manis juga diusulkan untuk dipesan. Apalagi? Pastinya nasi putih hehehe ... O ya ... Mama dan tante Fit
ri mengatakan bahwa acara makan malam kali ini adalah acara traktiran mama dan tante Fitri. Mereka bertiga kaget. Kenapa mama dan tante Fitri mentraktir? Karena mama dan tante Fitri ingin mengucapkan terima kasih atas acara jamuan makan malam sebelumnya di rumah mbak Mellisa dan mbak Wendelin. Kapan itu? Bulan Juni lalu, saat mbak Wendelin dan mbak Mellisa mau mudik tanah air dan mama serta tante Fitri menitipkan sesuatu melalui mbak Mellisa untuk keluarga di tanah air. Jadinya, malam ini mama dan tante Fitri memang sudah merencanakan akan ment
raktir mereka bertiga. Sambil menunggu makanan datang, mama bertanya pada mbak Mellisa bagaimana acara internship di tanah air. Mbak Mellisa yang magang di PWC (Price waterhouse Cooper) Jakarta mencritakan aneka kegiatan yang dilakukannya saat magang. Nampaknya mbak Mellisa hepi dengan kegiatan magang ini. Bagaimana dengan mbak Bella? Mbak Bella mengadakan acara konser amal di Medan dengan memainkan piano selama 1 jam-an. Beberapa komposisi lagu-lagu klasik dibawakan dalam konser ini. Kata mbak Bella, acara amal ini disponsori oleh beberap
a lembaga. Belum sempat mama bertanya pada mbak Wendelin, makanan yang dipesan sudah datang. Ya sudah ... Acara ngobrol pun berganti dengan acara makan malam bersama hehehe ... Coba perhatikan gambar yang mama ambil dan mama posting disini. Nampak mengundang selera kan? Ya ... Kata mama semua makanan yang dipesan memang uenak hehehe ... Makanya, setelah semua peralatan makan dibagi, acara santap malam ini segera saja dimulai. Dengan leluasa semua menikmati apa yang ada di atas meja. Maklum, porsinya lumayan besar-besar hehehe ...
Acara ngobrol sambil makan malam bersama ini berlangsung selama 2 jam-an. Saat acara ini dirasa cukup, mama dan tante Fitri segera saja memberesi bill-nya. Dengan kartu diskon yang dimiliki mbak Mellisa, total tagihan didiskon 10 persen. Hanya saja, tante Fitri dan mama harus membayar dengan uang tunai. Lumayan besar lho potongannya hehehe ... Gak lupa, left over makannya dibungkus dan dibawa oulang mama hahaha ... Habis, dah gak ada yang mau sih. Jadinya, daripada dibuang, seperti biasa left over ini dimintakan bungkus dan dibawa pulang. Setelah dirasa cukup, mereka berlima keluar dari Sunny Palace dan berpisah di depan Kroeger. Maklum, mbak-mbak tadi mau belanja dulu, sementara mama dan tante Fitri perlu segera pulang.
a hahaha ... Hari Sabtu sore di tanggal 16 September 2012 ini, mama dan tante Fitri nge'date" dengan mbak-mbak tadi untuk makan malam bersama di sebuah tempat makan. Setelah siangnya makan bersama aku dan papa, sorenya mama janjian makan malam bersama teman-temannya. Kemana nge'date'-nya? Ke sebuah tempat makan yang namanya Sunny Palace yang ada di dekat Kroeger. Aku dan papa sudah pasti sering banget lewat tempat makan ini, hanya saja kami gak tahu kalo tempatnya ternyata lumayan dikenal. Maksudnya sih, kami bertiga (aku, papa dan mama) belu
m kenal tempat ini, sementara teman-teman mama lainnya dah sering kesini hehehe ... Jadilah mama dan tante Fitri setuju saja saat tempat makan ini diusulkan dijadikan destinasi acara makan malam bersama mereka. Mama dan tante Fitri janjian ketemu mbak Mel, mbak Bella n mbak Wen jam 4 sore. Hanya saja, mama dan tante Fitri sedikit terlambat datang ke rumah mbak-mbak tadi karena ada yang musti diberesin dulu. Maksudnya? Tante Fitri kan janjian ketemu mama sebelum jam 4 sore, setelah itu mereka baru akan ke rumah mbak Mellisa sebelum jam 4 juga. Kan rumah mbak M
ellisa ada di belakang Kroeger, jadinya gak sampe 10 menit-lah dari rumah. Ternyata, tante Fitri harus membasmi virus di komputernya dulu sebelum ketemu mama. Acara membasmi virus ini dadakan karena ada yang memakai akun email tante Fitri dan mengirim email kesemua alamat yang ada di buku alamat imel tante Fitri. Jadinya, tante Fitri gak bisa sampe rumahku jam 3.30. Makanya, ketemuan dengan mbak-mbak tadi juga mundur jadinya hehehe ... Sudah jelas mama mengabari mbak Mellisa kalo akan telat datang, biar gak ditunggu-tunggu. Saat mama dan tante Fi
tri sampai rumah mbak Mellisa, segera saja mereka menuju Sunny Palace. Sebuah tempat makan yang menyajikan aneka makanan China. Saat mereka berlima masuk tempat makan ini, hanya ada 1 kursi yang terisi. Yang lainnya kosong. Mungkin karena jam makan malam belum mulai. Seorang petugas bertanya berapa orang yang akan makan. Setelah tahu ada 5 orang yang akan makan malam di tempat makan ini, petugas memilihkan mama dan rombongan satu set meja makan bundar yang ada di tengah-tengah dining room. Kata mama, ada beberapa set meja dan kursi makan di Sunny Palac
e ini. 2 set yang terdiri atas meja bundar dengan 5 kursi ada di tengah, sementara di pinggir-pinggirnya ada beberapa set meja kursi yang berbentuk kubikal. Kata mama, restoran ini lumayan besar. Saat petugas mengangsurkan buku menu, segera saja masing-masing peserta makan malam bersama ini membuka buku. Deretan menu bisa dipilih hehehe ... Semua nampak menggiurkan. Ada yang berbahan ayam, ada yang berbahan daging sapi, ada yang berbahan ikan, ada juga yang berbahan seafood. Aneka sayuran juga ditawarkan. S
emua nampak menggoda selera ... Na ... Mbak Bella, mbak Wen dan mbak Mellisa yang kemudian mengusulkan kepada mama dan tante Fitri apa saja yang enak dicicipi. Nampaknya, mbak-mbak ini dah sering kesini, jadinya mereka tahu apa yang enak hehehe ... Ketika petugas bertanya, apakah mereka rombongan ini dah siap memesan, mereka kompak menjawab belum ... Lalu petugas bertanya minuman apa yang ingin dipesan. Mama menjawab air putih, mbak Mellisa juga memesan air, termasuk juga mbak Wendelin dan mbak Isabella. Tante Fitri mmesan teh p
anas. Sambil menunggu minum diantar ke meja, lagi-lagi buku menu dibaca. Ketika keputusan diambil, mama dan grup memilih memesan barengan saja, sehingga bisa saling berbagi dan mencicipi. Artinya? Masing-masing tidak memesan sendiri, melainkan pesan menu beberapa sekaligus untuk disantap bareng. Mula-mula, menu appetizer. Mbak Wen dan mbak Bella memilih chicken wings, sementara tante Fitri memesan pangsit isi sayur (vegetable dumpling). Kata tante Fitri, menu ini dipesan berdasar review pengunjung yang memberikan cata
tan/masukan/ komentar bahwa vegetable dumpling ini termasuk favorit sebagai makanan pembuka. Saat menu lain dicari, mbak Wendelin dan mbak Bella mengatakan bahwa mereka gak lapar-lapar amat, jadinya mereka ngikut saja apa yang akan dipesan. Mbak Bella usul udang goreng dengan krim dan kacang walnut. Wa ... Nampaknya kok enak banget hehehe ... Mbak Wendelin usul ayam kecap yang lumayan besar porsinya ... Yang ini juga nampak yummy ... Tahu goreng tepung dengan saus manis juga diusulkan untuk dipesan. Apalagi? Pastinya nasi putih hehehe ... O ya ... Mama dan tante Fit
ri mengatakan bahwa acara makan malam kali ini adalah acara traktiran mama dan tante Fitri. Mereka bertiga kaget. Kenapa mama dan tante Fitri mentraktir? Karena mama dan tante Fitri ingin mengucapkan terima kasih atas acara jamuan makan malam sebelumnya di rumah mbak Mellisa dan mbak Wendelin. Kapan itu? Bulan Juni lalu, saat mbak Wendelin dan mbak Mellisa mau mudik tanah air dan mama serta tante Fitri menitipkan sesuatu melalui mbak Mellisa untuk keluarga di tanah air. Jadinya, malam ini mama dan tante Fitri memang sudah merencanakan akan ment
raktir mereka bertiga. Sambil menunggu makanan datang, mama bertanya pada mbak Mellisa bagaimana acara internship di tanah air. Mbak Mellisa yang magang di PWC (Price waterhouse Cooper) Jakarta mencritakan aneka kegiatan yang dilakukannya saat magang. Nampaknya mbak Mellisa hepi dengan kegiatan magang ini. Bagaimana dengan mbak Bella? Mbak Bella mengadakan acara konser amal di Medan dengan memainkan piano selama 1 jam-an. Beberapa komposisi lagu-lagu klasik dibawakan dalam konser ini. Kata mbak Bella, acara amal ini disponsori oleh beberap
a lembaga. Belum sempat mama bertanya pada mbak Wendelin, makanan yang dipesan sudah datang. Ya sudah ... Acara ngobrol pun berganti dengan acara makan malam bersama hehehe ... Coba perhatikan gambar yang mama ambil dan mama posting disini. Nampak mengundang selera kan? Ya ... Kata mama semua makanan yang dipesan memang uenak hehehe ... Makanya, setelah semua peralatan makan dibagi, acara santap malam ini segera saja dimulai. Dengan leluasa semua menikmati apa yang ada di atas meja. Maklum, porsinya lumayan besar-besar hehehe ...
Acara ngobrol sambil makan malam bersama ini berlangsung selama 2 jam-an. Saat acara ini dirasa cukup, mama dan tante Fitri segera saja memberesi bill-nya. Dengan kartu diskon yang dimiliki mbak Mellisa, total tagihan didiskon 10 persen. Hanya saja, tante Fitri dan mama harus membayar dengan uang tunai. Lumayan besar lho potongannya hehehe ... Gak lupa, left over makannya dibungkus dan dibawa oulang mama hahaha ... Habis, dah gak ada yang mau sih. Jadinya, daripada dibuang, seperti biasa left over ini dimintakan bungkus dan dibawa pulang. Setelah dirasa cukup, mereka berlima keluar dari Sunny Palace dan berpisah di depan Kroeger. Maklum, mbak-mbak tadi mau belanja dulu, sementara mama dan tante Fitri perlu segera pulang. SCHOLARS INN BAKEHOUSE
Sabtu siang, 15 September 2012, papa dan mama mengajakku ke sebuah tempat makan yang berlokasi di dekat court house alias di downtown. Sabtu paginya, papa dan mama terlebih dahulu memperpanjang KTP mama yang habis mas berlakunya tanggal 16 September ini. Na ... Sepulang mereka dari
BMV (tempat pengurusan KTP) papa dan mama kemudian mengajak aku ke tempat makan tersebut. Apakah nama tempat makan tersebut? Scholars Inn Bakehouse. Papa sudah pernah datang dan bersantap di tempat makan ini sebelumnya. Aku dan mama baru pertama kali datang ke tempat ini. Kenapa kami memilih tempat makan ini? Karena tempat makan ini adanya hanya di Bloomington alias tempat makan ini adalah salah satu restoran lokal yang hanya bisa ditemukan di Bloomington. Maksudnya apa?
Di Bloomington ini ada banyak type restoran: (1) restoran dengan model franchise alias bisa ditemukan dimana saja ada di seluruh negara bagian US (Mc Donald, KFC, Pizza Hut, Applebees, aneka rumah steak, aneka resto penyedia masakan Italy dan Mexico, aneka rumah makan penyedia makanan khas Amerika, restoran dengan model buffet yang biasanya menyajikan Chinese Food dan sebagainya) dan (2) restoran lokal
yaitu restoran yang hanya bisa ditemukan di daerah tertentu. Untuk Bloomington contoh estoran lokal adalah Nick's (rumah pizza), Killroys (semacam bar), aneka restoran yang menyajikan international cusine (ethnic food), aneka restoran yang menyajikan makanan khas US termasuk Scholars Inn Bakehouse. Karena termasuk restoran yang hanya bisa dijumpai di Bloomington, gak salah kan kalau kami mencobanya? Hehehe ... Saat kami sampai di tempat makan in
i, jam menunjuk angka 1 lebih sedikit (siang pastinya). Dari luar sudah nampak beberapa kursi di teras tempat makan ini dipenuhi pengunjung. Saat kami masuk ke dalamnya, kami lihat antrean di depan kasir lumayan panjang. Kasir yang dijaga 2 staff nampak sibuk mlayani pengunjung. Kasir berada di sebelah kiri pintu masuk, sementara dining hal ada di sebelah kanan pintu masuk. Kami mengantri dengan sabar dan tentunya kami baca papan menu yang te
rpampang di dinding di belakang petugas yang membantu pengunjung (di belakang kasir). Menu burger, sandwich, soup dan salad adalah menu yang ditawarkan tempat makan ini. Nampak pengunjung yang sudah memesan makanan akan diberi nomor meja. Kami pun demikian. Saat giliran kami sampai di depan petugas, papa segera memesan California Burger. Aku memilih Chicken BBQ sandwich dan mama memilih Cranberry Turkey sandwich. Masing-masing pesanan kami
juga dilengkapi dengan side dish. Kami kompak memilih chips. Setelah selesai memesan, kami pun diberi 1 nomor meja. Kebetulan nomor meja kami adalah 38. Petugas mengatakan kami perlu menunggu selama 20 menitan. Awalnya kami memilih meja yang lumayan sempit. Sebetulnya gak memilih, melainkan hanya bisa mendapatkan spot itu karena meja lainnya sudah bernomor alias sudah ada pengunjung di situ. Sekitar 5 menit kami duduk di spot sempit ini, kami
lihat ada meja yang lumayan besar yang baru saja dibersihkan petugas. Segera saja kami pindah kesitu dan menunggu pesanan kami datang. Sambil menunggu, kami lihat sekeliling kami. Scholars Inn Bakehouse nampak dipenuhi pengunjung. Nyaris gak tersedia meja dan kursi kosong. Gak cuma diluar, melainkan juga di dalam tempat makan ini. Saat petugas kemudian datang dan membawakan pesanan kami, segera saja kami terima dish (wadah) pesanan kami. Tiga basket (keran
jang) kecil mirip tray berisi pesanan kami masing-masing. Hmmm ... Nampak yummy hehehe ... Pastinya, makanan ini difoto dulu sama papa sebelum kami cicipi hehehe ... Dan begitu mama menyatakan OK, baru deh kami memulai mencicipi pesanan kami. Gak lupa kami saling bertukar pesanan. Gimana kesan kami atas menu yang kami pilih? Memang OK hehehe ... Kok bisa ya restoran ini rame banget? Selain karena weekend dan bertepatan dengan jam makan siang, weekend i
ni sedang ada program di Indianan Univeristy yaitu "Hari Kunjungan Orang Tua". Ya ... Persis weekend ini Bloomington menjadi ramai karena para orangtua (termasuk anggota keluarga yang lain) datang ke Bloomington untuk mengunjungi putra-putri mereka. Na ... Umumnya orangtua ini mengajak pura-putri mereka untuk makan bersama (entah makan siang atau makan malam) di berbagai tempat makan yanga ada di sekitar Bloomington. Yang mereka pil
ih sih biasanya lokal restaurant. Makanya, Scholars Inn Bakehouse jadi rame hehehe ... Pastinya kami tetap bisa menikmati acara makan siang disini. Kami santap semua pesanan kami tanpa tersisa hahaha ... Saat kami kemudian menyudahi acara makan siang kami disini, kami sempatkan dulu untuk ambil gambar di depan Scholars Inn Bakehouse. Hasilnya? Lihat saja sendiri hehehe ... Kami sudah pasti kenyang dan hepi ... Lagian, cuaca lumayan manis, jadinya kami merasa sangat nyaman disini. Hanya saja, kendaraan papa diparkir lumayan jauh tempat makan ini. Jadinya, energi yang kami peroleh saat kami bersantap di Scholars Inn Bakehouse kami gunakan untuk berjalan kaki menuju parking lot hahaha ...
Wednesday, September 12, 2012
MAKAN MALAM BERGAYA MASAKAN ITALY ...
Mama dan aku nyiapin makan malam hari ini (Selasa, 11 September 2012 - tepat mengenang 11 tahun peristiwa serangan dua menara kembar di NYC) dengan model sedikit lain. Maksudnya? Hehehe ... Pingin gaya sedikit-lah ... Malam ini kami menyajikan makanan ala negara Italy yang dikenal dengan pasta atau spagetinya hehehe ... Makanan yang sebenarnya paling gam
pang menyiapkannya, dan sudah pasti amat mudah karena semua bahan sudah siap sedia untuk diolah hahaha .... Yang pertama-tama disiapkan mama adalah saus untuk spagetinya. Caranya bikin dah pasti gampang banget. Ground beef (daging sapi giling) kita masak dengan menambahkan bumbu dasar (garam, merica dan bawang putih). Biar sedap, tambahkan bawang bombay. Setelah itu tambahkan juga tomat segar. Kalau mau menambahkan daun bawang (green onion) nampaknya akan le
bih membuat saus ini OK hehehe ... Aduk bahan saus ini sampai matang. Jangan lupa tambahkan saus spageti dalam botolan yang akan membuat saus ini yummy .... Saus ini kita aduk terus sampai matang dan sesudah kita yakin saus ini matang, kita pindahkan saja ke dalam wadah saus. Sambil memasak saus, aku dan mama juga merebus spageti paling tipis (angel hair) dengan cara seperti biasanya. Gimana itu cara seperti biasanya? Masukkan angel hair yang sudah ki
ta patahkan ke dalam rebusan air yang sudah ditambahi minyak goreng sedikit dan garam. Fungsi minyak goreng untuk memisahkan spagetinya (biar gak lengket) sedangkan fungsi garam untuk membuat spageti ini sedikit berasa. Tunggu dengan sabar sampai spageti ini siap. Sesudahnya, angkat spageti yang dah siap ini dan pindahkan ke wadah yang dah disiapkan. Selanjutnya kita akan memasak garlic bread atau roti bawang. Kami gak perlu membuat roti ini karena kami dah membelinya di groecry sto
re. Roti bawang berbentuk panjang dan biasanya disimpan di lemari pendingin ini kita pitang-potong sesuai selera. Potongan garlic bread kita tempatkan di dalam nampan dan disiapkan untuk dipanggang di dalam oven. Nampan atau baki wadah roti bawang ini gak perlu diolesi mentega atau disemprot minyak karena roti ini dah mengandung minyak. Kita hanya perlu memanggangnya dalam oven bersuhu 400-450 derajat F selama 15 menit. Jangan lupa roti ini dibolak-balik biar gak gosong. Sebagai informasi, roti bawa
ng ini harganya 1,99 dolar per satuannya. Lumayan kok isinya (gak mahal-mahal amat harganya kalau melihat roti yang didapat hehehe ...). Sambil menunggu roti siap, mama mengiris buah jeruk yang dah beberapa hari yang lalu dibeli papaku. Daripada buah ini nganggur gak ada yang mau menyantap, mama memotong-motongnya menjadi jeruk berukuran kecil. Saat jeruk siap, roti juga sudah siap. Sebagai pelengkap makan malam kami, mama dan aku juga membuat es teh manis. Kalau biasanya papa dan mama menikmati teh tawar, kali ini aku dan mama membuat teh manis dan menambahkan es ke dalamnya. Saat es teh siap, kami lihat semua yang akan kita santap juga sudah siap. Seperti biasa, aku musti nunggu sebentar sebelum kami memulai makan mala. Apa yang kutunggu? Pengambilan gambar hahaha ... Sesudahnya sudah pasti "Serbu ......."
Sunday, September 9, 2012
WELCOME RECEPTION 2012
Minggu, 9 September 2012, diadakan lagi acara WELCOME RECEPTION untuk penghuni on campus apartment. Pengumuman mengenai adanya acara ini sudah dilakukan
jauh-jauh hari sebelumnya dengan/melalui media email dan pemasangan info di info board. Acara ini rutin diadakan setiap tahun (biasanya sih di bulan September minggu pertama) untuk menyambut resident baru di on campus housing apartment. Dalam acara ini, yang biasanya ada adalah hiburan untuk anak-anak (plus penghuni apartment lainnya) dan juga makan-makan. Untuk tahun ini, acara diselenggarakan di Campus View Activity Room dan diadakan da
ri jam 3 sampai jam 5 sore. Aku berangkat lebih dulu dan mampir ke rumah temanku, mama menyusul kemudian. Saat aku sampai di Campus View Activity Room sekitar jam 3-an, panitia nampaknya dah siap. Band pengiring dah nyiapin alatnya dan bersiap-siap tampil. Bapak pembuat binatang atau aneka benda dari balon juga sudah bersiap di stand-nya ... Meja berisi aneka informa
si yang berhubungan dengan kegiatan di apartment juga nampak siap menerima aneka bentuk pertanyaan dari resident yang membutuhkan penjelasan. Beberapa petugas nampak berdiri di belakang meja. Dan tentunya, sebuah meja panjang berisi aneka hidangan juga sudah siap di bangian belakang ruangan. Meja itu juga dijaga oleh beberapa petugas. Di samping meja nampak meja bundar berisi utensil (piring sendok, napkin dan gelas) berikut aneka minuma
n yang bisa dipilih resident. Untuk meeka yang menghendaki menyantap aneka hidangan dengan duduk, disediakan juga beberapa kursi yang berhadapan dengan para pemain musik. Jadi, saat mereka masuk ke dalam ruangan, mereka bisa langsung mengambil makanan yang tersedia, kemudian dipersilahkan duduk sambil menikmati aneka sajian lagu. Atau juga, mereka bisa terlebih dahulu mendatangi stand yang ter
sedia, baru kemudian duduk dan menikmati sajian yang dipilihnya. Aku awalnya ikutan melihat permainan membentuk aneka benda dari balon terlebih dahulu. Setelah itu baru aku ikut mengantri dan memilih menu yang kusukai. Ada rice, noodle, eggroll, chicken satay, salad sayur dan chips. Sambil menikmati apa yang kupilih, aku duduk di bagian depan kursi yang diatur sambil mendengarkan musik. Bagaimana dengan mama?
Karena mama hanya bisa sebentar saja datang ke acara ini, mama langsung menuju meja informasi untuk ikutan menandatangi sebuah petisi. Petisi apaan? Itu lho ... Kan ada peubahan jadwal bus kampus yang lewat apartment. Kalau dulunya bus dijadwalkan setiap 20 menit-an, sekarang bus dijadwalkan setiap 40 menit-an. Bagi beberapa resident yang sungguh menggantungkan alat transportasinya pada bus kampus, jadwal baru ini dirasa me
mberatkan. Oleh karenanya, bagi mereka yang ingin mengusulkan peninjauan kembali untuk jadwal baru bus kampus (tentunya untuk yang lewat perumahan saja), disediakan satu wadah yang bisa menampung aspirasi secara bersama berupa form penandatanganan petisi ini. Sudah pasti aku gak ikutan tanda tangan hahaha ... Hanya mama saja yang ikutan tanda tangan. Dengan ikutan tanda tangan, berarti mama menyetujui pengajuan per
mohonan peninjauan kembali jadwal bus yang baru kepada pihak kampus IU yang membawahi urusan bus kampus. Setelah selesai menandatangai form petisi, mama segera antri dan membawa sedikit makanan dari meja yang tersaji dan langsung pulang. Lho kok? Iya ... Papa dan mamaku kan ada kegiatan lain jam 4 di Evermann office, jadinya mama harus cepat-cepat pulang. Apa hubungannya dengan papa? Kan papa yang nganterin mama dan nunggu di parking lot ... Jadinya, hanya 10 menit saja mama berada di ruangan ini (untuk jeprat-jepret, tanda tangan dan ambil makanan sedikit) hahaha ....
Saturday, September 8, 2012
KIRIMAN DARI JOGJA
Senangnya kami mendapat kiriman dari Jogja ... Ya ... Atas kebaikan tante Fitri yang berkenan dititipi keluarga Jogja, kami pun bisa menikmati abon dan gudeg yang praktis 2 tahun ini belum sempat kami santap. Kok kami bisa mendapatkan kiriman ini? Ceritanya begini, menjlang lebaran kemarin, tante Fitri ka
n pulang ke tanah air. Na ... Mama meminta tolong tante Fitri untuk membawakan tititpan kami dari sini untuk grup Jogja. Tante berkenan dititpi. Saat mama bertanya, apa mungkin tante Fitri bisa membawakan kiriman dari Jogja kemari, tante Fitri mengatakan bisa saja. Mama pun mengucapkan terima kasih dan mama segera berkirim kabar ke Jogja untuk dicarikan abon dan gudeg. Kenapa gudeg? Karena mama pernah melihat gambar gudeg kaleng made in Jogja yang biasa dibawa kemana-mana ... Saat
mama melihat-lihat website penyedia gudeg ini, rupanya produk gudeg milik "Bu Tjitro" yang tersedia dikemas dalam bentuk lain. Ya ... Selama ini kita tahu bahwa gudeg merupakan salah satu makanan khas Jogja. Makanan yang berbahan dasar gori (nangka) ini diolah dengan menggunakan santan dan gula Jawa. Tentunya ada beberapa bumbu dasar yang dipakai saat memasak gudeg ini. Gudeg sendiri memiliki 2 varian, yakni gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg basah bercirikan gudeg yang dis
ajikan memiliki kuah (disebut areh) yang dituangkan di atas gudeg berikut perlengkapannya. Sementara itu, gudeg kering biasanya berupa gudeg dan perlengkapannya dan tidak dilengkapi kuah. Sebentar dulu ... Memangnya apa saja sih perlngkapan gudeg? Ada telor, ada ayam, ada krecek, ada cabai segar dan seterusnya ... Hmmm ... Nampak mengundang selera kan? Hehehe ... Makanya, kami beneran kangen dengan makanan ini ... Untuk bisa mendapatkan gudeg di Jogja, tersedia banyak sekali pilihan gudeg ya
ng bisa kita pilih. Sentra gudeg di Plengkung Gading atau Barek Jalan Kaliurang merupakan 2 tempat membeli gudeg dengan model warung makan. Sementara itu, di Malioboro (salah satu ikon kota Jogjakarta) dan Jl. Solo (pusat perbelanjaan) gudeg dengan mudah bisa ditemui di depan toko, tepatnya setelah pusat pertokoan di komplek tersebut tutup (jam 9 malam). Setiap malam, para penjual gudeg menata dagangannya dan melayani pembeli sampai pagi atau sampai dagangan habis. Untuk pagi hari dan si
ang hari, gudeg dengan mudah juga bisa dijumpai di berbagai tempat ramai, seperti di pasar, di dekat kompleks perumahan, di dekat sekolah dan sebagainya. Yang membuatku heran, sekalipun gudeg ini dengan mudah ditemui dimana saja alias banyak penjualnya, kayaknya kok gak ada yang tutup warungnya karena gak ada pembeli hehehe ... Artinya, pembeli gudeg memang selalu ada, temasuk kami ini ... Makanya, saat kami mendapat kiriman gudeg made in salah satu tempat makan di Jogjakarta, kami jelas happy. Kiriman lainnya adalah abon atau daging sapi yang dikeringkan. 2 plastik besar abon (ukuran 2 kg alias masing-masing 1 kg) dikirimkan dari Jogja untuk kami. Kami juga sudah pasti seneng banget hehehe ... Nampak kan dalam gambar plastik berisi abon yang kupegang? Pastinya kami hepi beneran dengan kiriman makanan khas tanah air ini. Kami akan berpesta sepuasnya hehehe ... Yang jelas, kami gak lupa mengucapkan terima kasih kepada tante Fitri atas kebaikannya ... Terbayang repotnya tante Fitri saat membawakan paket ini dari tanah air menuju B-town ... Makasih banyak tante Fitri ...
Subscribe to:
Posts (Atom)